⌂ Beranda News Presiden Bolivia Deklarasikan Status Darurat Nasional Hadapi Demonstrasi

Presiden Bolivia Deklarasikan Status Darurat Nasional Hadapi Demonstrasi

Presiden Bolivia Deklarasikan Status Darurat Nasional Hadapi Demonstrasi
Demonstrasi di Bolivia dengan blokade jalan
A A Ukuran Teks16px

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mendeklarasikan keadaan darurat nasional pada Sabtu (20/6) menyusul gelombang demonstrasi yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

Kebijakan ini memberikan wewenang penuh kepada militer untuk membuka blokade jalan yang didirikan demonstran, yang telah mengganggu pasokan makanan dan bahan bakar.

>>> Harga Emas Antam 21 Juni 2026 Turun Jadi Rp 2.673.000 Per Gram

Barikade di jalur-jalur utama secara efektif mengisolasi ibu kota administratif, La Paz, akibat desakan massa yang menuntut Presiden Paz mundur terkait langkah penghematan ekonomi selama 50 hari terakhir.

Pemerintah Tegaskan Darurat untuk Pulihkan Kebebasan

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Paz menegaskan bahwa aksi blokade anti-pemerintah bukan lagi protes sosial biasa, melainkan upaya terorganisir untuk menggoyahkan demokrasi.

"Ini bukan keadaan darurat untuk membatasi kehidupan masyarakat. Ini adalah keadaan darurat untuk mengembalikan kebebasan masyarakat," ujar Presiden Paz.

Keputusan ini diambil demi menjamin kelancaran pasokan bahan bakar yang tersendat akibat truk tangki tertahan oleh blokade jalanan.

>>> Wacana Ganti Nama dan Pindah Markas Klub Sepak Bola Kembali Mengemuka

Dekrit darurat akan berlaku selama 90 hari dan dapat dicabut lebih awal jika kekerasan serta ancaman terhadap warga telah berakhir.

Aturan ini melarang segala bentuk penutupan jalur transportasi yang mengganggu pasokan dan memerintahkan angkatan bersenjata mendukung kepolisian dalam memulihkan ketertiban.

Gelombang protes yang dipicu penolakan penghapusan subsidi bahan bakar telah menimbulkan bentrokan fisik, mengakibatkan penangkapan 365 orang dan 37 orang luka-luka.

Catatan dari kantor ombudsman Bolivia dan organisasi hak asasi manusia menunjukkan setidaknya 17 orang meninggal dunia karena terhambatnya akses perawatan medis akibat gangguan transportasi.

>>> Caltech Bangun Teleskop Radio Tercepat di Dunia di Gurun Nevada

Situasi di lapangan juga memaksa pertokoan tutup, mengosongkan rak supermarket, dan menyebabkan rumah sakit kehabisan pasokan oksigen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru