⌂ Beranda News Bonus Karyawan Teknologi Korea Selatan Picu Kekhawatiran Lonjakan Inflasi

Bonus Karyawan Teknologi Korea Selatan Picu Kekhawatiran Lonjakan Inflasi

Bonus Karyawan Teknologi Korea Selatan Picu Kekhawatiran Lonjakan Inflasi
Gedung Bank Sentral Korea Selatan
A A Ukuran Teks16px

Bank Sentral Korea (BOK) mengeluarkan peringatan mengenai potensi peningkatan tekanan inflasi di negara tersebut. Pemicu utamanya adalah pembayaran bonus yang sangat besar kepada para pekerja di industri teknologi.

Laporan otoritas moneter itu mencatat bahwa lonjakan harga energi akibat konflik Iran sebelumnya menjadi pemicu inflasi utama tahun ini.

>>> Ai Ogura Pole Position MotoGP Ceko 2026, Bagnaia dan Marquez Siap Tempur

Namun, perbaikan pendapatan kini menimbulkan risiko baru.

Otoritas keuangan memproyeksikan inflasi tahunan Korea Selatan akan mencapai 2,7 persen, angka ini berada di atas target resmi sebesar 2 persen.

Bonus Fantastis dari Raksasa Semikonduktor

Kebijakan bonus masif ini diterapkan oleh perusahaan semikonduktor terkemuka seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.

SK Hynix menyetujui alokasi 10 persen dari laba operasional mereka untuk bonus karyawan.

Sementara itu, Samsung Electronics mengalokasikan 10,5 persen laba operasional divisi semikonduktor untuk bonus khusus bagi pekerja chip.

>>> Halte TransJakarta Setiabudi Berganti Nama Menjadi Setiabudi Integritas

Langkah ini diambil setelah adanya ancaman aksi mogok kerja selama 18 hari pada bulan Mei lalu.

Menurut sumber serikat pekerja, seorang karyawan chip memori dengan gaji pokok 80 juta won (sekitar US$ 52.400) diperkirakan menerima total bonus sekitar 626 juta won (sekitar US$ 410.000) tahun ini.

Pekerja di SK Hynix bahkan berpotensi mengantongi bonus melampaui 700 juta won (sekitar US$ 454.851) jika perusahaan berhasil mencatatkan laba tahunan sebesar 250 triliun won.

Institusi keuangan menjelaskan bahwa bonus besar yang tidak biasa ini dapat mendorong pertumbuhan upah menyebar ke sektor lain, sehingga memicu tekanan inflasi dari sisi penawaran maupun permintaan.

>>> Microsoft Hentikan Dukungan Office 2021 Mulai Oktober 2026

Terlebih, bonus kinerja sektor TI yang dibayarkan dalam skala luar biasa ini dapat meningkatkan dampak aktualnya melebihi perkiraan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru