Penjualan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia mencatatkan penurunan signifikan sebesar 22,9 persen secara tahunan (yoy) selama periode Januari hingga Mei 2026.
Volume penjualan segmen tersebut merosot menjadi 46.055 unit, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 59.737 unit.
>>> Keir Starmer Dikabarkan Akan Mundur dari Jabatan PM Inggris
Faktor Perekonomian Tekan Konsumen
Situasi ekonomi makro menjadi pemicu perlambatan ini, membuat masyarakat bersikap lebih selektif sebelum membeli kendaraan baru.
Head of Public Relation & Motorsport PT Toyota Astra Motor (TAM), Philardi Sobari, memaparkan sejumlah beban finansial yang dihadapi konsumen.
Fluktuasi nilai tukar rupiah, inflasi biaya hidup, tensi geopolitik global, serta tren suku bunga tinggi menjadi penyebab utama konsumen menahan belanja otomotif.
>>> PLN Atasi Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Akibat Krisis Batubara
Segmen LCGC sangat mempertimbangkan affordability, mulai dari harga kendaraan, besaran DP, cicilan bulanan, biaya operasional, hingga biaya kepemilikan jangka panjang dan harga jual kembali.
Meskipun pasar secara umum lesu, kendaraan ramah lingkungan dengan harga terjangkau ini tidak kehilangan peminat secara total.
>>> Deniz Undav Samai Rekor Roger Milla Sebagai Pemain Pengganti di Piala Dunia 2026
Toyota mengklaim lini produk LCGC mereka, seperti Toyota Calya dan Toyota Agya, masih menunjukkan angka penjualan positif di pasar domestik.