⌂ Beranda News Tuchel Kritik Hydration Breaks: Rusak Ritme dan Kurangi Keindahan Sepak Bola
News

Tuchel Kritik Hydration Breaks: Rusak Ritme dan Kurangi Keindahan Sepak Bola

Thomas Tuchel saat melatih Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Semua Pemain Inggris Fit Jelang Lawan Ghana
A A Ukuran Teks16px

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan kritik terhadap kebijakan hydration breaks atau jeda minum yang diterapkan di Piala Dunia 2026.

Menurut Tuchel, jeda minum justru merusak ritme permainan karena pertandingan terlalu sering terhenti.

Hydration breaks diberlakukan untuk mengantisipasi cuaca panas dan mencegah pemain kelelahan serta dehidrasi. Kebijakan ini berlaku di semua pertandingan Piala Dunia 2026.

Tuchel sudah merasakan dampaknya saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga perdana Grup L.

Pelatih asal Jerman itu menilai jeda minum mengganggu ritme yang sudah dibangun tim. Ia merasa pertandingan kini seperti dimainkan dalam empat babak karena harus berhenti dua kali.

"Sebagai pelatih, saya suka memiliki pengaruh dan menyatukan tim, tetapi secara keseluruhan, saya lebih menyukai sepak bola ketika dimainkan dalam satu babak penuh," ujar Tuchel dikutip dari Independent.

"Itu membangun momentum, itu bagian dari permainan. Sulit untuk membangun momentum dan sulit untuk mempertahankan momentum.

Ini adalah pertarungan di lapangan antara para pemain, yang berlangsung dalam jangka waktu lebih lama."

"Itu hanya menambah karakteristik permainan yang indah. [Jeda] mengurangi keindahannya.

Tetapi dari segi keadilan, tentu saja, masuk akal jika semua orang mendapatkannya," jelasnya.

Tuchel khawatir intensitas laga berkurang karena tim kesulitan mencapai potensi terbaik akibat seringnya pertandingan terhenti.

📰 Update Terbaru