Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sedang menyusun sebuah roadmap untuk pengembangan industri olahraga nasional. Langkah ini diambil sebagai upaya peningkatan prestasi olahraga di Indonesia.
Sekretaris Menpora, Gunawan Suswantoro, menjelaskan bahwa pengembangan industri olahraga telah berjalan selama setahun terakhir melalui Deputi Pengembangan Industri Olahraga.
>>> Motorola Hadir di Jakarta Fair Kemayoran dengan Penawaran Smartphone Spesial
Ke depannya, Kemenpora berencana melibatkan berbagai pelaku industri olahraga, termasuk sektor swasta.
Tujuannya adalah membangun ekosistem olahraga yang dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ditargetkan mencapai 8 persen.
Potensi Cabang Olahraga dan Pembinaan Dini
Indonesia memiliki potensi besar pada berbagai cabang olahraga yang dapat dikembangkan menjadi industri. Olahraga lari, misalnya, dapat memanfaatkan keindahan destinasi pegunungan di Tanah Air.
Selain itu, pencak silat juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga sebagai bagian dari industri kreatif dan ekonomi.
Dalam upaya membangun industri olahraga, Kemenpora juga menekankan pentingnya penguatan pembinaan olahraga sejak usia dini di berbagai jenjang pendidikan.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, mengakui bahwa pemerintah belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah dalam ekosistem pembinaan olahraga.
Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak swasta seperti Nestle Milo dinilai penting untuk memperluas jangkauan program pembinaan.
>>> AS Sita 400.000 Situs Streaming Ilegal Piala Dunia 2026
Pengembangan olahraga di sekolah sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dan masing-masing sekolah, serta keberadaan klub olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Kemenpora berupaya membantu dengan memahami kebutuhan daerah dan menyampaikan dukungan yang diperlukan, tanpa melakukan intervensi langsung.
Melalui Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Kemenpora akan menyelenggarakan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 pada 11-13 September.
Sebagai bagian dari rangkaian acara ini, Nestle MILO akan menggelar Race Pack Collection (RPC) Jakarta International 10K yang diharapkan diikuti 25.000 peserta.
Kolaborasi lainnya melalui Bidang Pembudayaan Olahraga akan menghadirkan berbagai aktivasi olahraga pada Car Free Day (CFD) di beberapa kota sekunder mulai Juli hingga Oktober 2026.
Program MILO School Development juga akan melaksanakan Tes Kebugaran Pelajar Nasional (TKPN) di 100 sekolah di 10 kota.
>>> Bhinneka Run 2026: Berlari Keliling Indonesia di TMII
Alaa Shaaban, Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestle Indonesia, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan memperluas partisipasi masyarakat dalam berolahraga, memperkuat ekosistem olahraga nasional, serta mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memajukan olahraga Indonesia.