Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi fitur standar di smartphone terbaru. Namun menurut MediaTek, pemanfaatan AI saat ini baru permulaan.
Dalam beberapa tahun ke depan, pengguna akan mulai merasakan lebih banyak aplikasi AI yang bekerja secara real-time dan benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari.
>>> Chris Espinosa, Satu-satunya Karyawan yang Bertahan Sejak Apple Didirikan
Hal tersebut disampaikan Director Marketing & Communication MediaTek India & Southeast Asia, Anuj Sidharth, saat berbincang dengan media di Aroem Resto & Ballroom Mahakam.
Menurut Anuj, MediaTek terus mengembangkan berbagai teknologi pada chipset Dimensity.
Mulai dari kemampuan pemrosesan grafis (GPU), kamera, video, hingga Neural Processing Unit (NPU) yang menjadi otak pemrosesan AI di perangkat.
"Masih banyak yang akan datang.
Orang-orang akan mulai melihat aplikasi AI secara real-time dan bagaimana AI benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari," ujar Anuj.
Ia menilai perkembangan AI di smartphone saat ini masih berada pada tahap awal.
Ke depan, kemampuan AI diprediksi tidak hanya digunakan untuk membuat gambar atau merangkum teks, tetapi juga semakin terintegrasi dengan berbagai fungsi di perangkat.
Ray Tracing dan Konektivitas Masa Depan
Selain AI, Anuj juga menyoroti perkembangan teknologi gaming di smartphone.
Menurutnya, fitur seperti ray tracing yang dulu identik dengan PC kini mulai hadir di ponsel dan menghadirkan kualitas grafis yang jauh lebih realistis.
"Ketika berbicara tentang gaming, dukungan ray tracing adalah sesuatu yang dulu tidak pernah kita bayangkan.
Sekarang kita bisa menikmati pengalaman bermain game dengan visual yang luar biasa di smartphone," katanya.
>>> Neuer Tak Menyesal Comeback ke Timnas Jerman
Tak hanya itu, ia juga menilai teknologi konektivitas akan menjadi salah satu area yang terus berkembang.
Anuj membayangkan masa depan ketika pengguna tetap bisa berkomunikasi meski berada di lokasi tanpa jaringan seluler.
