⌂ Beranda News Ikan Buntal Beracun Merajalela di Yunani, Nelayan Dapat Imbalan

Ikan Buntal Beracun Merajalela di Yunani, Nelayan Dapat Imbalan

Ikan Buntal Beracun Merajalela di Yunani, Nelayan Dapat Imbalan
Ilustrasi: Ikan Buntal Beracun Merajalela di Yunani, Nelayan Dapat Imbalan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Yunani mulai memberikan imbalan uang tunai kepada nelayan yang menangkap ikan buntal beracun yang sedang merajalela di perairan Laut Mediterania.

Ikan buntal pisang atau silver cheeked toadfish ini memiliki racun saraf kuat yang bisa menyebabkan gagal jantung jika dikonsumsi manusia.

>>> Maroko: Kami Bukan Kejutan Lagi di Piala Dunia

Spesies berbentuk torpedo dengan gigi menonjol seperti gigi manusia ini juga merusak jaring nelayan dan memakan hasil tangkapan mereka.

Sejak Jumat pekan ini, pemerintah menawarkan 5,33 euro per kilogram untuk setiap ikan yang ditangkap. Ikan tersebut akan dibekukan dan dibakar di fasilitas pemerintah.

Menteri Pertanian Margaritis Schinas mengatakan langkah ini pertama kali dilakukan di Yunani dan kemungkinan akan diperluas ke seluruh perairan Yunani.

Ikan-ikan ini diperkirakan bermigrasi melalui Terusan Suez akibat pemanasan suhu laut. Sebelumnya, Siprus sudah menjalankan program serupa.

>>> Kiper Spanyol Sebut Ronaldo Tak Lagi di Puncak Performa

Nelayan di Kreta mengeluhkan kerugian besar. "Kami melaut sehari, lalu tiga hari memperbaiki jaring," ujar Giorgos Kyriakakis dari asosiasi nelayan Kreta.

Video yang diunggah nelayan menunjukkan ikan ini mampu menggigit hingga menembus kaleng soda dan kayu.

Palang Merah Yunani mengeluarkan peringatan kesehatan tentang racun saraf mematikan di organ ikan dan protokol pertolongan pertama untuk gigitan.

Meski demikian, otoritas dan pelaku usaha di Kreta meminta masyarakat tidak panik. Mereka menegaskan ikan ini tidak mengancam perenang atau wisatawan.

>>> Meme Maroko Gasak Kanada dan Kembali Cetak Sejarah

"Keberadaan ikan ini sudah diketahui bertahun-tahun. Tidak ada bahaya terselubung bagi pengunjung," demikian pernyataan asosiasi medis dan pariwisata setempat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM