⌂ Beranda News Afrika Bangun Tembok Pohon 8.000 Km untuk Lawan Suhu Panas

Afrika Bangun Tembok Pohon 8.000 Km untuk Lawan Suhu Panas

Afrika Bangun Tembok Pohon 8.000 Km untuk Lawan Suhu Panas
Ilustrasi: Afrika Bangun Tembok Pohon 8.000 Km untuk Lawan Suhu Panas
A A Ukuran Teks16px

Afrika tengah membangun 'tembok' raksasa dengan cara yang unik. Bukan dari batu bata, melainkan jutaan pohon yang membentang sekitar 8.000 kilometer melintasi Benua Afrika.

Proyek bernama Great Green Wall atau Tembok Hijau Besar ini membentang dari Senegal di pesisir Samudra Atlantik hingga Djibouti di tepi Laut Merah.

>>> Paraguay Dikritik Keras Usai Kalah dari Prancis di Piala Dunia 2026

Tujuannya bukan sekadar menanam pohon, melainkan menghentikan perluasan Gurun Sahara, memulihkan lahan yang rusak, meningkatkan ketahanan pangan, dan membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Meski dijuluki 'tembok pohon', proyek ini sebenarnya jauh lebih kompleks.

Alih-alih membuat satu barisan pepohonan, negara-negara Afrika memulihkan hutan, padang rumput, lahan pertanian, hingga kawasan rawa yang telah mengalami degradasi akibat kekeringan, penggundulan hutan, dan perubahan iklim.

Inisiatif Besar dari African Union

Great Green Wall digagas oleh African Union pada 2007 sebagai respons terhadap semakin meluasnya penggurunan di kawasan Sahel, sabuk wilayah semi-kering yang membentang tepat di selatan Gurun Sahara.

Selama beberapa dekade terakhir, kawasan ini menghadapi kombinasi kekeringan berkepanjangan, erosi tanah, serta menurunnya produktivitas lahan pertanian. Akibatnya, jutaan orang mengalami kesulitan memperoleh pangan dan mata pencaharian.

Karena itu, pendekatan proyek ini tidak lagi hanya berfokus pada penanaman pohon.

Restorasi dilakukan dengan memperbaiki kualitas tanah, mengelola air, menghidupkan kembali vegetasi asli, hingga membantu masyarakat mengembangkan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Great Green Wall menjadi salah satu proyek restorasi lingkungan terbesar di dunia.

Hingga 2030, proyek ini menargetkan untuk memulihkan 100 juta hektare lahan yang rusak, menyerap sekitar 250 juta ton karbon dioksida dari atmosfer, serta menciptakan 10 juta lapangan kerja hijau bagi masyarakat Afrika.

>>> Persib Masih Punya Kejutan Transfer, Umuh Muchtar: Tunggu Setelah 10 Juli

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM