⌂ Beranda News Belgia Tak Butuh Kontroversi Balogun untuk Motivasi Lawan AS

Belgia Tak Butuh Kontroversi Balogun untuk Motivasi Lawan AS

Belgia Tak Butuh Kontroversi Balogun untuk Motivasi Lawan AS
Ilustrasi: Belgia Tak Butuh Kontroversi Balogun untuk Motivasi Lawan AS
A A Ukuran Teks16px

Pelatih Belgia Rudi Garcia menegaskan bahwa kontroversi Folarin Balogun tidak mempengaruhi timnya. Ia menyebut timnya tidak perlu motivasi tambahan untuk mengalahkan Amerika Serikat.

Laga AS vs Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 digelar di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.

>>> Lenovo Idea Tab Resmi di Indonesia, Tablet Pelajar dengan Keyboard dan Pen

Belgia menang 4-1 atas tuan rumah untuk lolos ke perempatfinal.

Sehari sebelum pertandingan, FIFA mengumumkan penangguhan hukuman Balogun, yang mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar.

Top skor AS di Piala Dunia 2026 itu pun bisa main lawan Belgia.

Keputusan FIFA tersebut memantik gelombang kritik dan protes, termasuk dari federasi sepakbola Belgia. Sementara Garcia menyamakan keputusan FIFA itu seperti April Mop.

Kendati demikian, Garcia menegaskan bahwa kontroversi tersebut tidak menjadi motivasi tambahan maupun mengganggu konsentrasi skuad Belgia.

"Tidak, itu sama sekali tidak perlu," ujar Garcia saat ditanya apakah ia menggunakan kontroversi tersebut untuk memotivasi para pemainnya, seperti dilansir Reuters.

>>> Wujud Lenovo Idea Tab Pro Gen 2, Tablet Rasa Laptop Harga Rp8 Jutaan

"Yang penting bagi kami adalah rencana permainan kami. Kami ingin mendominasi permainan, menghindari pressing mereka dan main lebih tinggi.

Kami menguasai permainan, dengan penuh semangat dan dedikasi. Malam yang hebat buat kami dan langkah yang hebat menuju perempatfinal."

"Kami beri tahu mereka soal apa yang terjadi. Tim ini sangat dewasa.

Kami punya pemimpin yang membantu kami melewatinya," Garcia menambahkan.

"Saya bilang kepada mereka kalau yang paling penting adalah kami. Tim kami mencoba menetapkan prinsip permainan, apakah menyerang atau bertahan.

Kami juga menggarisbawahi kekuatan dan kelemahan lawan, tapi kami tidak menganalisis lebih jauh lagi. Kami tidak beradaptasi dengan lawan.

>>> Spanyol Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Belgia Jadi Ujian Berikutnya

Itu bukan gaya melatih saya," katanya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM