Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan relaksasi aturan larangan suporter away. Secara bertahap, larangan tersebut akan dihapus.
Aturan larangan suporter tandang telah berlaku sejak Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.
>>> Swiss vs Kolombia Imbang Tanpa Gol, Laga Lanjut ke Babak Tambahan
Akibatnya, pertandingan Liga 1 dari musim 2022/23 hingga 2025/26 berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Dalam perjalanannya, banyak suporter yang tetap hadir ke stadion pada laga tandang meski dilarang.
Hal ini justru merugikan klub tuan rumah maupun tim tamu karena harus membayar denda kepada Komite Disiplin PSSI.
Hampir setiap pekan, klub harus membayar denda akibat suporter timnya datang ke laga tandang atau saat menerima suporter tandang di kandang.
Kondisi ini dinilai memberatkan klub dan suporter.
PSSI pun mendapat tekanan untuk menghapus aturan tersebut. Setelah beberapa kali bergeming, kini PSSI mulai membuka peluang untuk meniadakan aturan itu.
>>> Cristiano Ronaldo Belum Putuskan Nasib di Timnas Portugal
"Liga kemarin sudah presentasi ke kami ke PSSI, bahwa ada nanti kelenturan mengenai supporter away. Tetapi ada catatan.
Tentu klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh. Karena tidak mudah melobi FIFA," kata Erick Thohir di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Erick menambahkan, penghapusan regulasi ini masih dianggap berisiko. Kericuhan suporter masih kerap mewarnai pertandingan sepak bola di Indonesia.
Ia berharap suporter tetap mematuhi aturan yang berlaku. Jika mendapat kepercayaan, suporter harus bisa membuktikan diri untuk tertib di stadion.
"Kami harus bisa pastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat.
>>> Babak Pertama Swiss vs Kolombia di Piala Dunia 2026 Berakhir Imbang 0-0
Dan sangat sedih kalau kita lihat kasus kekerasan itu di Indonesia makin tinggi hari ini," ucap Erick Thohir.

