⌂ Beranda News KOI Dorong Transformasi Integrasi Ekosistem Olahraga Indonesia

KOI Dorong Transformasi Integrasi Ekosistem Olahraga Indonesia

KOI Dorong Transformasi Integrasi Ekosistem Olahraga Indonesia
Ilustrasi: KOI Dorong Transformasi Integrasi Ekosistem Olahraga Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendorong transformasi integrasi ekosistem olahraga di Tanah Air demi prestasi yang lebih baik di kancah internasional.

Hal ini disampaikan Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, saat mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat pada 18-29 Juni lalu.

>>> Pelatih Mesir Hossam Hassan Ngamuk di Piala Dunia, Ini Rekam Jejak Temperamennya

Okto bersama sembilan delegasi NOC Indonesia, termasuk Bendahara Tommy Hermawan Lo, anggota Komite Eksekutif Josephine Tampubolon, Krisna Bayu, Greysia Polii, Wakil Sekretaris Jenderal Cresida Mariska, Direktur Tim Indonesia Richard Sam Bera, Safeguarding Officer Tabitha Charmaine Sumendap, Project Strategist Tara Talitha, serta Konsultan Media dan Public Relations Brigitha Sesilya.

Kunjungan ini menjadi momentum pembelajaran penguatan ekosistem olahraga, mulai dari integrasi pembinaan atlet sejak usia muda, good governance, sport funding, sport marketing, hingga peran dunia akademik sebagai pusat pembibitan dan pengembangan atlet.

Okto menilai AS menjadi salah satu rujukan pembinaan olahraga.

Sebagai negara dengan populasi terbesar ketiga di dunia, AS konsisten menempati top three klasemen di setiap Olimpiade, bersama China dan Inggris Raya.

"Indonesia bangsa besar dengan 280 juta penduduk dan merupakan negara dengan populasi terbesar keempat setelah AS.

Kita punya potensi, dan melalui IVLP, kami dapat melihat bagaimana AS membangun jalur pembinaan atlet dari scouting, usia muda, remaja, hingga elite, yang ditopang oleh ekosistem olahraga dan industri yang sudah sangat berkembang dan kuat.

Semua sektor, mulai dari kampus, pengelolaan organisasi, pendanaan, industri, sport marketing, anti-doping, sport science, hingga entrepreneurship menjadi pilar-pilar ekosistem olahraga AS," kata Okto dalam keterangan kepada media.

Okto mengatakan salah satu pembelajaran paling penting dari program ini adalah bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun melalui pendekatan parsial.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM