Sebuah robot bawah laut berhasil mengonfirmasi bahwa koloni raksasa berisi sekitar 60 juta sarang ikan masih bertahan di bawah lapisan es Antartika.
Temuan ini memperkuat status kawasan tersebut sebagai salah satu lokasi berkembang biak ikan terbesar di Bumi.
>>> Jalan ke Petronas Malaysia, Mampir Belajar Gambar sama Bapak Taksi Pakai iPad
Misi dilakukan oleh tim dari Alfred Wegener Institute (AWI), Jerman, menggunakan kendaraan bawah laut otonom bernama LASSIE.
Robot itu menjelajahi dasar laut selama 48 jam tanpa henti di bawah Filchner Ice Shelf, Laut Weddell.
Koloni tersebut pertama kali ditemukan pada 2021 saat peneliti menjelajahi dasar Laut Weddell menggunakan sistem kamera bawah laut.
Saat itu mereka menemukan hamparan sarang ikan yang membentang sekitar 240 kilometer persegi, hampir seluas Pulau Malta.
Kini, melalui misi LASSIE, para ilmuwan memastikan kawasan tersebut masih menjadi habitat aktif bagi Jonah's icefish (Neopagetopsis ionah).
Spesies ikan khas Antartika ini dikenal memiliki darah hampir transparan karena tidak menggunakan hemoglobin.
Pemantauan Lingkungan dan Dampak Perubahan Iklim
Misi LASSIE tidak hanya menghitung jumlah sarang, tetapi juga memahami bagaimana perubahan lingkungan memengaruhi koloni.
>>> Jadwal Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026 Dini Hari Nanti
Robot itu dilengkapi kamera resolusi tinggi dan sensor untuk mengukur suhu, kadar garam, kandungan oksigen, dan arus laut.
Data tersebut membantu peneliti mengetahui apakah perubahan iklim mulai memengaruhi ekosistem unik di Antartika.
Menurut tim peneliti, kondisi koloni saat ini masih relatif stabil, namun pemantauan jangka panjang tetap diperlukan.
Keberadaan koloni raksasa ini menunjukkan bahwa ikan es memiliki peran lebih besar dalam rantai makanan Antartika dari perkiraan sebelumnya.
Saat pertama ditemukan, ahli biologi laut AWI, Autun Purser, mengaku tidak menyangka akan melihat pemandangan tersebut.
"Kami memperkirakan hanya akan melihat dasar laut Antartika seperti biasa. Namun selama empat jam pertama penyelaman, yang kami lihat tidak lain hanyalah sarang-sarang ikan," kata Purser.
Temuan ini menjadi dasar ilmiah untuk mendorong pembentukan kawasan konservasi laut (Marine Protected Area/MPA) di Laut Weddell.
>>> Kounde Bela Yamal yang Dianggap Rendahkan Timnas Prancis
Tujuannya agar habitat koloni ikan ini tetap terlindungi dari aktivitas manusia di masa depan.
