Cara Menyelamatkan Kunang-kunang
Hingga saat ini, kunang-kunang sebenarnya masih bisa ditemukan, asalkan Anda berada di wilayah dengan kondisi alam yang relatif asri dan belum banyak tercemar.
Serangga ini biasanya bertahan hidup di kawasan hutan bakau (mangrove), rawa, tepi sungai alami, persawahan tradisional, perkebunan organik, hingga lantai hutan tropis yang lembap dan jauh dari paparan polusi cahaya kota.
Namun, jika laju kerusakan lingkungan dan polusi cahaya ini terus berlanjut tanpa kendali, generasi mendatang dikhawatirkan hanya bisa melihat wujud kunang-kunang dari buku ensiklopedia atau tayangan video dokumenter saja.
Untuk mencegah kepunahan tersebut, masyarakat luas sebenarnya bisa berkontribusi melalui tindakan-tindakan sederhana dari rumah.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain tidak menutup seluruh permukaan halaman rumah dengan semen agar tanah tetap bisa bernapas dan menjadi ekosistem mikro.
Selain itu, kurangi intensitas atau matikan lampu luar ruangan yang terlalu terang di malam hari. Beralih ke pemakaian pupuk organik yang lebih ramah lingkungan juga dapat membantu.
>>> Roy Keane Puji Spanyol: Main Tepat di Semua Lini
Menjaga kebersihan sungai dan saluran air di sekitar rumah agar tetap menjadi habitat basah yang mendukung siklus hidup kunang-kunang juga penting.
