⌂ Beranda News Komdigi Wait and See Soal Spektrum 6G, Tunggu Keputusan Global

Komdigi Wait and See Soal Spektrum 6G, Tunggu Keputusan Global

Komdigi Wait and See Soal Spektrum 6G, Tunggu Keputusan Global
Ilustrasi: Komdigi Wait and See Soal Spektrum 6G, Tunggu Keputusan Global
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih bersikap wait and see dalam menentukan spektrum frekuensi untuk jaringan 6G di Indonesia.

Pemerintah belum mengambil keputusan karena menunggu perkembangan pembahasan global, termasuk hasil World Radiocommunication Conference (WRC) yang dijadwalkan pada akhir tahun depan.

>>> Lewandowski Resmi ke Chicago Fire, Tak Mau Main di Klub Eropa Lain

Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Komdigi, Adis Alifiawan, mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru.

Menurutnya, penentuan waktu dan pita frekuensi harus mempertimbangkan kesiapan ekosistem hingga perkembangan industri telekomunikasi global.

"Tentu diskusi seperti ini terus kami lakukan, baik dengan operator maupun vendor. Timing harus dilihat dari banyak sisi," ujar Adis di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, pemerintah terus berdiskusi dengan pelaku industri untuk memetakan arah pengembangan 6G agar tidak mengulang tantangan adopsi teknologi sebelumnya.

Empat Kandidat Pita Frekuensi

Adis menyebutkan setidaknya ada empat kandidat pita frekuensi yang dipertimbangkan secara global untuk 6G, yaitu 4 GHz, 6 GHz, 7 GHz, dan 15 GHz.

Masing-masing pita memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga belum ada yang dianggap paling ideal.

"Empat-empatnya punya plus minus. Tidak ada yang benar-benar paling ideal.

>>> Hasil Japan Open 2026: Fajar/Fikri Melaju ke 16 Besar

Semuanya juga sudah ada pemanfaatannya," katanya.

Pita frekuensi lebih tinggi seperti 15 GHz menawarkan bandwidth besar dengan kapasitas jaringan tinggi, namun jangkauan sinyal lebih pendek.

Sementara pita lebih rendah seperti 4 GHz, 6 GHz, dan 7 GHz memiliki cakupan lebih luas tetapi kapasitas bandwidth terbatas.

Komdigi juga mencermati kebijakan negara lain karena keputusan spektrum memengaruhi ekosistem perangkat, biaya investasi, dan skala ekonomi.

"Indonesia tidak bisa berjalan sendiri. Keputusan kita sangat bergantung pada perkembangan global," ujar Adis.

Saat ini Komdigi memilih wait and see sambil mengikuti pembahasan internasional. Keputusan formal spektrum 6G akan dibahas dalam sidang WRC akhir tahun depan.

>>> Menang Lelang, Ini Rencana XLSmart Pakai Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

World Radiocommunication Conference merupakan forum International Telecommunication Union (ITU) yang menetapkan regulasi penggunaan spektrum frekuensi radio global.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM