⌂ Beranda News Pasca Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tarif Internet RI Bakal Murah?

Pasca Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tarif Internet RI Bakal Murah?

Pasca Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tarif Internet RI Bakal Murah?
Ilustrasi: Pasca Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tarif Internet RI Bakal Murah?
A A Ukuran Teks16px

Rencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghadirkan layanan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps dalam dua tahun ke depan dinilai semakin realistis.

Hal ini seiring dengan pelaksanaan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

>>> Meta Hapus Fitur AI Kontroversial untuk Edit Foto Instagram Publik

Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir mengatakan tambahan spektrum tersebut akan meningkatkan kapasitas jaringan operator.

Dengan begitu, kecepatan internet pada layanan 4G Advanced maupun 5G dapat terdongkrak.

"Mendukung dong. Tambahan spektrum tentu akan meningkatkan kemampuan jaringan," kata Marwan saat ditemui detikINET beberapa waktu lalu di Jakarta.

Namun, Marwan menilai angka rata-rata kecepatan internet Indonesia yang saat ini berkisar 62 Mbps belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya.

Menurutnya, metode pengukuran yang digunakan masih mencampurkan berbagai segmen pelanggan dengan karakteristik berbeda.

Ia menjelaskan, pengguna internet di Indonesia sangat beragam.

Mulai dari pelanggan pemula di pedesaan yang hanya berlangganan paket 5-10 Mbps karena faktor harga, hingga pelanggan fixed broadband di perkotaan yang menikmati kecepatan jauh lebih tinggi.

"Kalau semuanya digabung menjadi satu rata-rata, hasilnya menjadi tidak apple to apple. Harus dipisahkan antara pengguna pemula, mobile broadband, dan fixed broadband supaya hasilnya lebih adil," ucapnya.

Bahkan, menurut Marwan, bukan tidak mungkin layanan fixed broadband maupun sebagian wilayah perkotaan di Indonesia sebenarnya sudah mampu menghadirkan kecepatan internet hingga 100 Mbps.

>>> Argentina Berpeluang Jadi Raja Penalti di Dua Piala Dunia Beruntun

"Jangan-jangan Indonesia sudah menembus 100 Mbps kalau pengukurannya dilakukan secara tepat sesuai kategori layanannya," ungkapnya.

Selain mendukung peningkatan kecepatan, Marwan juga menilai bertambahnya kapasitas spektrum berpotensi membuat layanan internet semakin terjangkau.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perbandingan antara harga dan kecepatan internet harus dilakukan secara proporsional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM