Sebuah startup konstruksi bernama TerraFirma, yang didirikan oleh dua mantan insinyur SpaceX, berambisi untuk membangun infrastruktur antarplanet, termasuk di Mars.
Perusahaan yang berbasis di Austin, Texas ini telah berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 115 juta melalui investasi dari Kleiner Perkins, Bain Capital Ventures, dan para angel investor.
>>> Persija Resmi Perpanjang Kontrak Fabio Calonego hingga 2028
TerraFirma menggunakan kombinasi antarmuka, termasuk controller Xbox, untuk mengoperasikan alat berat konstruksi dari jarak jauh. Teknologi ini diklaim mampu memangkas biaya dan meningkatkan keselamatan pekerja.
Inspirasi dari SpaceX
CEO dan salah satu pendiri TerraFirma, Noah Schochet, menyatakan bahwa ada kesenjangan dalam penerapan teknologi konstruksi yang telah ada.
Ia melihat potensi besar untuk membawa kecepatan membangun ala SpaceX ke industri konstruksi.
Schochet dan rekannya, Noah McGuinness, bertemu saat kuliah di Universitas Princeton dan kemudian bekerja di SpaceX.
Pengalaman mereka di SpaceX, yang seringkali harus membangun dan berekspansi dengan cepat dalam kondisi sulit, menjadi inspirasi utama.
>>> Messi Buktikan Status GOAT Meski Tanpa Gol Lawan Inggris
Mereka mengamati bahwa industri konstruksi berjalan sangat lambat dibandingkan dengan kemajuan pesat di manufaktur luar angkasa.
Saat ini, sekitar separuh tim teknik TerraFirma terdiri dari mantan pekerja SpaceX, Tesla, atau The Boring Company.
Perusahaan berencana menggunakan dana baru untuk merekrut 300 karyawan, membangun pabrik di Texas, dan pusat kendali misi.
Untuk saat ini, TerraFirma fokus pada pembuktian teknologinya di Bumi, dengan proyek komersial terbaru termasuk pembangunan arena olahraga dan gerai Starbucks.
>>> GigaWiper: Malware Frankenstein Perusak Data dan Pengintai PC
Perusahaan juga berencana untuk berpartisipasi dalam tender proyek di Bulan di masa depan.

