FIFA meraup keuntungan besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pendapatan mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp269 triliun.
Angka tersebut melampaui target awal sebesar 11 miliar dolar AS. Keuntungan ini juga dua kali lipat dari Piala Dunia 2022 yang mencapai 7,5 miliar dolar AS.
>>> Viral Motivasi 'Aneh' Lionel Messi Sebelum Final Piala Dunia 2026
Peningkatan jumlah peserta menjadi 48 tim menjadi salah satu faktor utama. Sebelumnya, hanya 32 tim yang bertanding di Qatar.
Kenaikan harga tiket, terutama di pasar sekunder, turut menyumbang pendapatan. FIFA mengambil komisi 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual.
>>> Ibrahimovic: Saya Bakal Tanduk Paredes Jika Main di Final Piala Dunia
Keuntungan ini berpotensi menguntungkan asosiasi sepakbola anggota. Namun, detail pembagian masih belum final.
Keberhasilan finansial ini juga meningkatkan peluang Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Presiden Donald Trump menyatakan keinginan menjadi tuan rumah tunggal.
>>> Presiden LaLiga: FIFA Hancurkan Industri Sepakbola dengan Rencana 64 Tim di Piala Dunia 2030
FIFA juga tengah mempertimbangkan penambahan jumlah tim menjadi 64 pada Piala Dunia 2030. Langkah ini diharapkan semakin mendongkrak pendapatan.

