Sebuah robot bawah laut bernama LASSIE berhasil menemukan pemandangan menakjubkan di perairan Antartika.
Ditemukan sebuah koloni raksasa di dasar Laut Weddell yang diperkirakan berisi sekitar 60 juta sarang ikan es.
>>> Lima Calon Debutan Indonesia di Piala AFF 2026
Koloni ikan es tersebut membentang seluas 240 kilometer persegi dan dihuni oleh spesies Jonah's icefish (Neopagetopsis ionah), yang dikenal tidak memiliki hemoglobin sehingga darahnya tampak transparan.
Robot LASSIE, yang merupakan singkatan dari Low-Altitude Survey System for Icefish, menjelajahi dasar laut selama 48 jam di dekat Filchner Ice Shelf, bagian selatan Laut Weddell.
Penemuan ini mengonfirmasi keberadaan sekitar 60 juta sarang aktif yang dilaporkan oleh Alfred Wegener Institute (AWI).
Penemuan Awal dan Ukuran Koloni
Koloni ini pertama kali terdeteksi oleh ilmuwan AWI pada Februari 2021 menggunakan sistem kamera OFOBS.
Kamera tersebut merekam lebih dari 10.000 sarang ikan pada kedalaman antara 420 hingga 535 meter.
Berdasarkan luas wilayah dan kepadatan sarang, peneliti memperkirakan jumlahnya mencapai 60 juta sarang aktif.
Area perkembangbiakan ini menjadi yang terbesar yang pernah diketahui di dunia, dengan luas hampir seluas Malta.
>>> Juergen Klopp Ultimatum Media Jerman: Jangan Ganggu Keluarga Saya
Autun Purser, ahli biologi laut AWI, menyatakan keterkejutannya melihat hamparan sarang ikan yang begitu luas di dasar laut Antartika.
Misi robot LASSIE tidak hanya mengambil gambar, tetapi juga mengumpulkan data lingkungan seperti suhu air, kadar garam, kandungan oksigen, dan arus laut.
Hasil pemantauan awal menunjukkan koloni tersebut relatif stabil, namun observasi jangka panjang tetap penting mengingat potensi pengaruh perubahan iklim terhadap habitatnya.
Kondisi perairan yang sedikit lebih hangat di wilayah tersebut diduga menyediakan lingkungan yang cocok bagi ikan untuk bertelur dan menjaga embrionya.
Pentingnya Koloni Ikan bagi Ekosistem
Keberadaan puluhan juta sarang ikan ini menegaskan peran penting Jonah's icefish dalam rantai makanan Antartika.
Kawasan ini juga menjadi lokasi perburuan utama bagi anjing laut Weddell, yang sekitar 90% aktivitas menyelamnya tercatat terjadi di area sarang aktif tersebut.
Temuan ini memperkuat upaya pembentukan Kawasan Perlindungan Laut (Marine Protected Area/MPA) di Laut Weddell untuk melindungi lokasi berkembang biak ini dari aktivitas manusia di masa depan.
>>> Kabel Palapa Ring Terdampak Gempa, Satria-1 Jaga Konektivitas Warga
Besarnya biomassa koloni menjadikan wilayah ini salah satu ekosistem terpenting di Laut Weddell dan area perkembangbiakan ikan terluas yang pernah ditemukan.

