Lepasnya gunung es raksasa dari Antartika memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk meneliti wilayah laut yang sebelumnya tertutup.
Gunung es bernama A-84 tersebut pecah dari George VI Ice Shelf pada 13 Januari 2025 dengan luas mencapai sekitar 510 kilometer persegi.
Hanya 12 hari berselang, tim peneliti memakai kapal Falkor (too) dan robot bawah laut ROV SuBastian guna mencapai dasar laut.
Penemuan Komunitas Organisme Laut Dalam
Eksplorasi selama delapan hari merekam kondisi dasar laut hingga kedalaman 1.300 meter yang ternyata tidak berada dalam kondisi tandus.
Kamera robot merekam keberadaan spons dan karang berukuran besar yang membentuk ekosistem menyerupai hutan bawah laut.
Sejumlah hewan seperti gurita, ikan es, laba-laba laut raksasa, anemon, cacing, serta bintang ular laut tampak hidup di kawasan tersebut.
Wilayah itu sebelumnya telah tertutup lapisan es setebal sekitar 150 meter dalam waktu yang sangat lama.
Asal Usul Energi Ekosistem Tertutup
Para ilmuwan masih meneliti sumber makanan ekosistem tersebut karena cahaya Matahari tidak mampu menembus lapisan es yang tebal.
Arus laut diduga berperan membawa oksigen, partikel organik, serta nutrisi penting dari wilayah lain ke kawasan bawah es.
Ukuran organisme besar menunjukkan bahwa komunitas tersebut telah bertahan di lokasi itu selama puluhan hingga ratusan tahun.