Fenomena El Nino 2026 terus menguat dengan cepat dan kini berada di ambang status Super El Nino, kategori terkuat yang dapat memicu cuaca ekstrem global.
Analisis terbaru dari The Weather Channel yang dirilis 23 Juli 2026 menunjukkan respons atmosfer mulai mengikuti pemanasan laut di Samudra Pasifik tropis.
>>> Mantan Presiden Benfica Yakin Jesus Berani Cadangkan Ronaldo
Para ahli menyebut kondisi ini menjadi tanda penting bahwa El Nino semakin matang dan dampaknya akan meluas dalam beberapa bulan mendatang.
"El Nino menguat dengan cepat dan kini mulai mengetuk pintu status Super El Nino yang telah lama diperkirakan," demikian laporan tersebut.
Suhu permukaan laut di Pasifik ekuator meningkat jauh lebih cepat daripada pola El Nino pada umumnya, memperkuat interaksi laut-atmosfer.
Dampak pada Musim Badai dan Cuaca Musim Dingin
Pengaruh El Nino tidak hanya terbatas di kawasan tropis. Perubahan aktivitas badai tropis di Samudra Pasifik diperkirakan menjadi salah satu dampak pertama.
>>> John Herdman Puas Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1, Tapi Kecewa Kebobolan
Pada fase El Nino kuat, wilayah Pasifik timur biasanya mengalami peningkatan pembentukan badai tropis, sementara kawasan lain bisa mengalami musim lebih kering atau curah hujan di atas normal.
Fenomena Super El Nino jarang terjadi, pernah berlangsung pada 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016. Ketiganya memicu kekeringan, banjir besar, gelombang panas, dan gangguan produksi pangan.
Ilmuwan menegaskan perkembangan El Nino masih terus dipantau, dengan intensitas akhir bergantung pada evolusi interaksi laut-atmosfer ke depan.
>>> Mitchell Baker Cetak Hat-trick, Timnas Indonesia Bantai Kamboja 5-1
Tren saat ini menunjukkan fenomena berkembang lebih cepat dari pola El Nino biasa, meningkatkan kewaspadaan peneliti iklim di seluruh dunia.
