Kasus penipuan berkedok kode QR masih sering terjadi. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memahami teknologi QRIS.
Pada dasarnya, QRIS dibedakan menjadi dua, yaitu QRIS bayar dan QRIS transfer. Keduanya memiliki fungsi dan cara transaksi yang berbeda.
>>> Gol Lopes Cabral ke Gawang Argentina Jadi Gol Terbaik Piala Dunia 2026
QRIS Bayar untuk Merchant
QRIS Bayar atau Merchant Payment digunakan untuk transaksi jual beli di merchant atau toko. Pengguna cukup memindai kode QR yang ditampilkan pihak toko.
Dana yang dibayarkan akan langsung masuk ke rekening usaha, baik individu maupun korporat. Transaksi ini dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR) yang besarannya ditentukan Bank Indonesia.
QRIS Bayar cocok diterapkan di restoran, ritel, area parkir, hingga SPBU.
>>> Slavko Vincic Pensiun Usai Pimpin Final Piala Dunia 2026
QRIS Transfer untuk Kirim Uang
QRIS Transfer digunakan untuk mengirim uang antarindividu, bukan untuk transaksi barang atau jasa. Pengguna memindai kode QR yang dibuat langsung oleh penerima.
Dana akan langsung masuk ke rekening pribadi penerima seperti transfer antarrekening biasa. Fitur ini praktis untuk berbagai kebutuhan harian, seperti berbagi tagihan atau pinjam-meminjam uang.
>>> Mitchell Baker Cetak Hattrick di Debut Timnas, Disebut Haaland Indonesia
Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat diharapkan lebih hati-hati dalam bertransaksi menggunakan QRIS.
