Miliarder AI asal Korea Selatan, Chey Tae-won, harus membayar USD 645 juta atau setara Rp 11,5 triliun kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong, dalam kasus perceraian yang disebut sebagai 'perceraian abad ini'.
Roh Soh-yeong sebenarnya meminta bagian yang jauh lebih besar, yaitu separuh kekayaan Chey. Namun, pengadilan memutuskan lebih rendah dari tuntutannya.
>>> Xabi Alonso Tak Pasang Target Muluk di Musim Perdana Bersama Chelsea
Chey Tae-won adalah Chairman SK Group, konglomerat yang memiliki anak perusahaan SK Hynix. Kekayaannya melonjak berkat era keemasan kecerdasan buatan (AI) yang mendongkrak harga saham SK Hynix.
Chey dan Roh berpisah lebih dari 10 tahun lalu. Chey sendiri yang mengumumkan perceraian mereka melalui surat kepada media Korea Selatan pada 2015.
Sejak saat itu, Roh berjuang untuk mendapatkan bagian harta gono-gini yang lebih besar.
Ia berargumen bahwa ayahnya, mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, berkontribusi pada pertumbuhan SK Group melalui investasi awal.
Roh menginginkan kompensasi berdasarkan valuasi SK Group pada 2026, yang nilainya melonjak berkat tren AI.
Namun, Pengadilan Tinggi Seoul memutuskan nilai saham dihitung berdasarkan tanggal penyelesaian sidang banding pada 2024, sebelum harga saham melonjak lima kali lipat.
Keputusan akhir ini bahkan lebih rendah dari putusan tahun 2024 yang memberikan Roh sekitar USD 1 miliar.
Pada Oktober, Mahkamah Agung membatalkan valuasi tersebut karena kontribusi finansial dari ayah Roh dinilai ilegal.
Dalam putusannya, pengadilan menetapkan ganti rugi USD 644 juta dengan rasio pembagian aset di mana Roh menerima sepertiga bagian dan Chey mempertahankan dua pertiga kekayaannya.
>>> Jorge Lorenzo Akui Gagal Tiru Teknik Pengereman Khas Valentino Rossi
Pernikahan Abad Ini
Chey dan Roh menikah pada 1988 di Blue House, kantor eksekutif presiden. Pernikahan mereka dijuluki 'pernikahan abad ini'.

