Miliarder AI asal Korea Selatan, Chey Tae-won (65), harus membayar USD 645 juta atau setara Rp 11,5 triliun imbas perceraiannya dengan sang istri.
Perceraian ini disebut sebagai 'perceraian abad ini' oleh media-media di Negeri Ginseng.
>>> Fajar/Fikri Juara China Open 2026 Usai Habiskan Sisa Tenaga
Chey adalah ketua SK Group, yang kekayaannya melonjak berkat booming AI. SK Hynix, anak perusahaan SK Group, merupakan pemasok utama Nvidia.
Menurut The Post, Minggu (27/7/2026), kekayaan Chey diperkirakan mencapai USD 5 miliar (Rp 89 triliun) sebelum putusan pengadilan pada Jumat lalu.
Mantan istrinya, Roh Soh-yeong, menuntut setengah dari kekayaan tersebut.
Pengadilan banding memutuskan Roh mendapat sekitar sepertiga dari kekayaan yang dihitung hakim. Hakim menilai aset Chey sebelum saham SK melonjak akibat euforia AI.
Pengacara Chey mengatakan mereka sedang meninjau putusan dan tidak menutup kemungkinan banding ke Mahkamah Agung.
>>> Gol Bunuh Diri Pankov Bawa Persebaya Kalahkan Persija di Piala Presiden 2026
Perceraian karena Orang Ketiga
Pertempuran perceraian ini berawal dari pengakuan publik Chey pada 2015. Dalam surat tiga halaman, ia mengumumkan ingin 'akhir yang bersih' untuk pernikahan 27 tahunnya.
Chey mengaku jatuh cinta dengan perempuan lain dan memiliki anak dengannya.
Chey dan Roh, putri mantan Presiden Korsel Roh Tae-woo, menikah di Istana Kepresidenan Blue House pada 1988. Pernikahan itu mengikat dua dinasti bisnis terkuat di Korsel.
Awalnya Roh bersumpah menjaga keutuhan keluarga dan menolak bercerai. Namun, akhirnya ia berubah pikiran dan menuntut setengah kekayaan Chey.
Perempuan lain yang hadir di pernikahan mereka, Kim Hee-young alias Chloe, kini menjadi pasangan Chey. Roh menggugat Kim atas perselingkuhan.
>>> Binus University Perluas Program AI ke Empat Kampus Baru
Pengadilan memerintahkan Chey dan Kim membayar ganti rugi sekitar USD 1,5 juta karena perselingkuhan dan anak di luar nikah berkontribusi pada keruntuhan pernikahan.
