AI Jadi Strategi Jangka Panjang
Selain membangun bisnis baru, Indosat mengintegrasikan AI dalam operasional perusahaan. Optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi cerdas berhasil menurunkan intensitas emisi karbon hingga 50,89%.
Komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan mendapat pengakuan melalui masuknya Indosat ke dalam tiga indeks ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni-November 2026.
Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Indosat bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Wadhwani Foundation untuk menyiapkan satu juta talenta digital serta 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.
Melalui kombinasi investasi pada AI Cloud, penguatan jaringan 5G, model bisnis yang lebih ringan, serta pengembangan talenta digital, Indosat menempatkan AI sebagai fondasi utama strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Tambahan Spektrum dan Kinerja Operasional
Indosat juga memperkuat kesiapan jaringan setelah memperoleh tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan total lebar pita 80 MHz.
Tambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas cakupan layanan Indosat5G.
Perusahaan menilai kebutuhan konektivitas akan terus meningkat seiring semakin luasnya pemanfaatan AI oleh pelanggan maupun sektor industri.
Trafik data meningkat 19,9% dibandingkan tahun lalu, sementara ARPU naik 17,3% menjadi Rp46.000.
Basis pelanggan seluler Indosat tetap terjaga di level 93,4 juta pelanggan.
>>> Media Vietnam Was-was Usai Mitchell Baker Cetak Hat-trick Debut untuk Timnas Indonesia
Peningkatan tersebut didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan berbagai layanan berbasis AI seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express yang diintegrasikan ke dalam layanan digital Indosat.
