⌂ Beranda News Gamer PlayStation Diajak Mogok Main Akibat Penghapusan Game Fisik

Gamer PlayStation Diajak Mogok Main Akibat Penghapusan Game Fisik

Gamer PlayStation Diajak Mogok Main Akibat Penghapusan Game Fisik
Ilustrasi: Gamer PlayStation Diajak Mogok Main Akibat Penghapusan Game Fisik
A A Ukuran Teks16px

Para pengguna konsol PlayStation didorong untuk berpartisipasi dalam aksi mogok main sebagai bentuk protes terhadap langkah Sony yang mulai meninggalkan format game fisik.

Gerakan ini diinisiasi oleh Does It Play? , sebuah kelompok advokasi yang fokus pada pelestarian game.

>>> FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Saudara Menantu Trump Terlibat

Mereka mengajak para pemilik konsol untuk memberikan 'pelajaran' kepada Sony melalui aksi boikot massal bertajuk PSBlackout.

Jadwal dan Imbauan Aksi PSBlackout

Kampanye PSBlackout dijadwalkan dimulai pada Minggu, 23 Agustus mendatang.

Aksi ini merupakan respons atas kekhawatiran komunitas gamer mengenai hilangnya kepemilikan fisik dan perlindungan hak konsumen di era digital.

Selama periode protes berlangsung, partisipan diimbau untuk memutus total aktivitas mereka di ekosistem Sony.

Tindakan yang disarankan meliputi tidak melakukan log in ke akun PlayStation, tidak memainkan game apa pun, serta menghindari segala bentuk transaksi atau pembelian konten di platform PlayStation.

>>> Piala AFF: Indonesia Punya Rekam Jejak Gemilang di Laga Kedua

Harapannya, aksi pemboikotan ini dapat memberikan dampak penurunan trafik dan pendapatan yang signifikan.

Hal ini diharapkan dapat menyampaikan pesan dari komunitas kepada eksekutif Sony mengenai pentingnya keberadaan media fisik.

Keputusan Sony untuk tidak lagi memproduksi cakram game PlayStation telah memicu perdebatan.

CEO Ubisoft, Yves Guillemot, berpendapat bahwa langkah jangka panjang penyetopan produksi cakram ini tidak seburuk yang diperkirakan banyak orang.

Guillemot mencontohkan pasar game PC sebagai gambaran bagaimana ekosistem serba digital dapat berkembang.

>>> Apple Luncurkan Program Sewa iPhone, Mulai Rp 300 Ribuan per Bulan

Ia menilai bahwa kemampuan untuk sepenuhnya digital akan membantu membuat mesin lebih mudah diakses dan berpotensi membantu pertumbuhan pasar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM