Bos SpaceX dan Tesla, Elon Musk, mengungkapkan penyesalannya karena pernah terlalu terlibat dalam urusan politik, khususnya saat menjabat di Department of Government Efficiency (Doge) pada era Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Musk mengakui bahwa ia seharusnya lebih memprioritaskan pengembangan perusahaan-perusahaan miliknya daripada terlibat dalam dinamika politik yang seringkali bergejolak.
>>> Timor Leste Rentan Kebobolan di Babak Pertama Piala AFF 2026
Ia menyatakan bahwa keputusannya untuk membangun hubungan dekat dengan Trump kala itu dilakukan tanpa pertimbangan yang matang.
Menurut laporan The Guardian, Musk bahkan pernah memberikan dukungan finansial sebesar USD 200 juta untuk kampanye Trump pada tahun 2024.
Selama 129 hari menjabat sebagai kepala Doge, ia mengawasi pemotongan anggaran yang berdampak kerugian sekitar USD 150 miliar.
>>> Neymar Umumkan Pensiun dari Timnas Brasil Setelah Piala Dunia 2026
Dalam sebuah podcast, Musk menyatakan bahwa kontribusinya di Doge hanya sebagian yang berhasil. Ia berharap dapat kembali ke masa lalu untuk fokus pada perusahaannya.
Hubungan Musk dan Trump diketahui mengalami pasang surut. Trump sendiri pernah menyatakan bahwa relasinya dengan pendiri PayPal itu telah berakhir pada Juni 2025.
Trump bahkan menyebut Musk tidak menghormati jabatannya sebagai presiden dan dianggap sangat tidak sopan.
>>> Gempa Jepang: Teknologi Canggih Hadapi Kekuatan Alam yang Brutal
Meskipun sempat ada ketegangan, keduanya menunjukkan tanda meredanya perselisihan pada musim gugur 2025, termasuk saat Musk hadir dalam jamuan makan malam di Gedung Putih.
