Jepang, negara yang terletak di pertemuan empat lempeng tektonik, secara konsisten menghadapi ancaman gempa bumi merusak.
Posisi geografisnya di kawasan Ring of Fire Pasifik menjadikannya salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia.
>>> 3 Rekomendasi Tempat Service HP Terpercaya untuk iPhone hingga HP Lipat
Baru-baru ini, gempa magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Insiden ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi Jepang dalam menghadapi kekuatan alam.
Kesiapsiagaan dan Teknologi Jepang
Meskipun sering dilanda bencana, Jepang memiliki tingkat kesiapsiagaan yang sangat tinggi.
Investasi miliaran dolar telah digelontorkan untuk mengembangkan teknologi pendeteksi gempa mutakhir, sistem tanggap darurat yang efisien, serta membangun infrastruktur yang tahan terhadap guncangan.
Bagi masyarakat Jepang, gempa bumi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Simulasi gempa dan evakuasi diajarkan sejak usia dini di sekolah.
Gempa di Kumamoto pada Selasa lalu dilaporkan menewaskan setidaknya 13 orang, dengan beberapa lainnya masih hilang atau terluka.
Operasi penyelamatan gabungan melibatkan kepolisian, pemadam kebakaran, dan militer untuk mencari korban yang mungkin masih terjebak.
Kumamoto sendiri belum lama pulih dari gempa yang lebih besar pada tahun 2016, yang merenggut lebih dari 270 nyawa.
Sejarah Panjang Bencana Alam
Sejarah Jepang dipenuhi catatan gempa bumi dahsyat.
>>> Manuel Neuer Berencana Pensiun di Akhir Musim 2026/2027
Bencana besar seperti gempa tahun 1498 yang diperkirakan menewaskan lebih dari 30.000 orang dan Gempa Besar Kanto tahun 1923 yang meluluhlantakkan Tokyo serta menewaskan sekitar 140.000 orang menjadi pengingat akan kerentanan negara ini.
Standarisasi bangunan tahan gempa yang lebih ketat mulai diterapkan Jepang pada tahun 1980-an.
Aturan ini terbukti efektif, seperti terlihat pada gempa Kobe 1995 yang menewaskan lebih dari 6.000 orang, di mana sebagian besar bangunan yang runtuh dibangun sebelum aturan baru diberlakukan.

