Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini menyoroti Gunung Pickaxe di Iran.
Keduanya khawatir tentang dugaan adanya fasilitas nuklir bawah tanah di lokasi tersebut.
>>> Agen AI Bobol Sistem, Bos OpenAI Temui Senator AS
Trump mengkritik Netanyahu karena dianggap membahas dugaan itu ke publik. Kritikan itu disampaikan sebelum Trump melakukan pembicaraan dengan Netanyahu di Gedung Putih.
"Saya mendengar Bibi mengumumkannya. Saya berkata, 'Mengapa Anda tidak menyampaikannya secara langsung kepada saya?
Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?'" kata Trump, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (30/7/2026).
Lokasi dan Sejarah Gunung Pickaxe
Gunung Pickaxe terletak 220 km di selatan Teheran dan 2 km dari fasilitas nuklir Natanz. Natanz merupakan tempat dua pabrik pengayaan uranium Iran berada.
Pembangunan fasilitas di Gunung Pickaxe dimulai pada tahun 2020, menurut lembaga think tank Institute for Science and International Security (ISIS).
Hal ini bermula ketika Iran melaporkan ledakan akibat sabotase di Natanz.
Kepala nuklir Iran saat itu, Ali Akbar Salehi, mengaku negara tersebut mulai membangun "aula modern, lebih besar, dan lebih komprehensif dalam semua dimensi di jantung gunung dekat Natanz".
Tujuannya untuk membuat sentrifugal canggih.
Aktivitas di Gunung Pickaxe
Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan pada Maret bahwa Iran telah mengumumkan niatnya melakukan aktivitas nuklir di Gunung Pickaxe.
>>> Rian/Daniel Debut Manis di Taipei Open 2026
"Ini adalah bagian dari niat mereka yang cukup sistematis untuk menempatkan fasilitas mereka yang paling sensitif di bawah tanah," ujarnya.
Lembaga ISIS menganalisis citra satelit situs tersebut dan menemukan dua pasang pintu masuk serta tembok keamanan yang baru selesai dibangun.
Sejak AS dan Israel melancarkan serangan, sepasang pintu masuk terowongan timur telah diperkuat dan sebagian diurug.
