Sam Lair, peneliti di Foreign Policy Research Institute, mengatakan kepada Reuters bahwa memperkuat pintu masuk terowongan akan mempersulit penargetan dengan amunisi penetrasi seperti penghancur bunker.
ISIS berpendapat fasilitas tersebut belum beroperasi, namun konstruksi terus berlanjut.
Belum jelas kapan fasilitas itu dapat beroperasi dan apakah Iran masih berencana memasang fasilitas perakitan skala besar di sana.
"Meskipun demikian, jika Iran mulai membangun kembali kemampuan manufaktur sentrifugalnya, mereka dapat berencana untuk memasang fasilitas perakitan sentrifugal yang lebih kecil di Gunung Pickaxe yang mampu melayani program senjata nuklir," terang laporan ISIS.
Iran membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan tidak ada aktivitas nuklir di Gunung Pickaxe.
"Fokus obsesif Washington pada Kolang Kouh (Pickaxe), tempat yang tidak ada aktivitas nuklir, hanyalah dalih yang dibuat-buat untuk agresi, penghancuran, dan sabotase," tulisnya di akun X.
>>> Mancini Maklumi Ada yang Tak Senang Dirinya Latih Italia Lagi
Ia menegaskan Iran telah mendeklarasikan semua aktivitas nuklirnya kepada IAEA sesuai kewajiban pengamanan. Baghaei menuduh Washington melanggar hukum internasional dengan menyerang dan mengancam fasilitas nuklir Iran.
