Winamp, aplikasi pemutar musik legendaris yang populer jauh sebelum era streaming, mengumumkan kembalinya dengan ambisi besar untuk bersaing di pasar musik digital.
Perusahaan ini menjalin kemitraan strategis dengan Deezer, penyedia layanan streaming musik global. Kemitraan ini akan memungkinkan Winamp meluncurkan layanan berlangganan musik premiumnya sendiri.
>>> Kejuaraan Dunia Honor of King Dimulai, Tiga Tim Indonesia Bersaing
Aplikasi Generasi Baru di Paruh Pertama 2027
Winamp berencana merilis aplikasi generasi berikutnya pada paruh pertama tahun 2027. Aplikasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan era streaming modern.
Aplikasi baru ini akan mengintegrasikan layanan streaming musik premium dengan koleksi musik pribadi pengguna, stasiun radio internet, podcast, dan berbagai sumber audio lainnya dalam satu platform terpadu.
Meskipun detail spesifik masih dirahasiakan, Winamp menjanjikan pengalaman pengguna yang sangat personal.
Fitur-fitur yang diantisipasi termasuk antarmuka yang dapat disesuaikan, elemen sosial, serta cara baru untuk menemukan dan menikmati musik.
>>> Jadwal Lengkap Timor Leste vs Indonesia di Piala AFF 2026 Sore Ini
Winamp menegaskan bahwa layanan berlangganan musik yang ditawarkan akan memberikan pengalaman berbeda dari platform streaming digital yang sudah ada saat ini.
Meskipun memiliki basis penggemar setia sejak era 1990-an, Winamp akan menghadapi persaingan ketat dari pemain besar seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music.
Sebelumnya, Winamp telah berupaya beradaptasi dengan merilis aplikasi untuk Android dan iPhone, serta aplikasi desktop yang masih digunakan oleh jutaan orang.
>>> Carragher: Liverpool Tak Perlu Barcola, Fokus Cari Pengganti Mohamed Salah
Perusahaan juga sempat menjajaki integrasi NFT dan baru-baru ini fokus pada dukungan kreator musik dengan layanan monetisasi dan distribusi.
