Momen pilu terekam di Muara Leschenault, Australia Barat.
Seekor induk lumba-lumba hidung botol bernama Fraggle terlihat terus menggendong anaknya yang baru berusia dua pekan setelah mati.
>>> UEFA Kehilangan Kepercayaan kepada Gianni Infantino
Pemandangan itu semakin mengharukan karena sekitar 14 lumba-lumba lain ikut berenang di sekelilingnya. Mereka diduga menemani sang induk selama masa berkabung.
Dalam unggahan di Instagram @geographemarineresearch, tim peneliti Geographe Marine Research mengungkapkan anak lumba-lumba tersebut baru lahir sekitar dua minggu sebelumnya.
Ini adalah kali keempat secara berturut-turut Fraggle kehilangan bayi.
Para peneliti mengaku sudah mengkhawatirkan peluang hidup bayi-bayi itu karena lahir saat musim dingin. Mereka juga melihat laju pernapasannya meningkat beberapa hari sebelum mati.
"Mengetahui bahwa memiliki anak saat musim dingin akan menjadi tantangan besar untuk bertahan hidup, kami tetap berharap ia punya kesempatan menjadi induk lagi.
Kini ia telah kehilangan empat anak terakhirnya," tulis Geographe Marine Research.
>>> Jadwal Indonesia Vs Vietnam di Piala AFF 2026: Main Hari Apa, Jam Berapa?
Menurut peneliti, Fraggle terus menggendong tubuh anaknya sebagai bagian dari perilaku berkabung yang memang kerap ditunjukkan lumba-lumba.
"Lumba-lumba akan membawa anaknya yang telah mati selama masa berkabung yang bisa berlangsung beberapa hari. Pada akhirnya ia harus melepaskannya agar bisa kembali mencari makan dan bertahan hidup.
Saat itu akan segera tiba," kata mereka.
Tim peneliti juga menyoroti peristiwa langka saat kawanan lumba-lumba lain ikut mengelilingi Fraggle.
"Tampaknya beberapa teman Fraggle dari laut lepas bergabung dengan lumba-lumba yang tinggal di muara untuk berkabung bersamanya. Ini menunjukkan kuatnya ikatan keluarga yang mereka miliki," sebut para peneliti.
Muara Leschenault sendiri hanya dihuni oleh sedikit lumba-lumba.
>>> Larangan Medsos di Australia Belum Efektif, 81% Remaja Masih Online
Karena itu, kelahiran anak lumba-lumba tergolong jarang terjadi setiap tahun, sementara tingkat kelangsungan hidup anak-anak lumba-lumba di kawasan tersebut juga relatif rendah.
