Ide tersebut berawal dari tanah peninggalan ayahnya di Bantul yang dahulu ditanami kimpul, mbote, kentang klesi, jagung, dan beragam tanaman lokal lainnya.
Namun, bahan pangan tersebut makin jarang ditemukan seiring berkurangnya generasi muda yang tertarik menjadi petani.
Ia juga melihat penjual makanan tradisional, seperti tempe benguk dan ongol-ongol, lebih banyak berasal dari generasi tua.
Kondisi itu memunculkan kekhawatiran tentang siapa yang akan melanjutkan produksi dan penjualan makanan tersebut pada masa depan.
Karena itu, ia mencoba mengolah kimpul menjadi hidangan yang lebih familiar bagi anak muda.
Tujuannya bukan hanya mengejar viral, tetapi juga membuat masyarakat penasaran dan tertarik mencoba pangan lokal.
"Bukan berarti makanan modern itu jelek.
>>> Arteta Kagum dengan Adaptasi Cepat Tzolis di Arsenal
Cuma menurut saya, banyak pangan lokal kita yang gizinya juga bagus, bahkan ada yang bisa lebih baik, tapi mulai terlupakan," ujarnya dalam salah satu konten dikutip dari akun @ausarmea.
