Meta mencapai kesepakatan damai senilai USD 18 miliar atau sekitar Rp 321 triliun dalam sidang kecanduan media sosial pada remaja.
Gugatan tersebut diajukan oleh koalisi puluhan negara bagian Amerika Serikat yang menuding perusahaan menyesatkan publik mengenai bahaya platform.
>>> Pengguna Windows 10 Bersiap Ditinggal Driver Game Nvidia 2026
Sebagai bagian dari kesepakatan, Meta berkomitmen melakukan perubahan mendasar pada platform untuk pengguna di bawah umur 18 tahun.
Perubahan itu mencakup batas penggunaan harian selama 2 jam, menonaktifkan filter riasan ekstrem, serta verifikasi usia yang lebih ketat.
Kendati demikian, Meta menyatakan hanya akan membayarkan 70% dari nilai kesepakatan tersebut kepada pihak negara bagian selama sepuluh tahun.
>>> Tottenham terbenam di dasar klasemen walau belanja jorjoran
Sisa dana sebesar USD 5,3 miliar bersifat bersyarat dan bergantung pada langkah pesaing seperti TikTok serta YouTube.
Kedua platform kompetitor tersebut harus menerapkan perubahan kebijakan serupa pada aplikasi mereka masing-masing.
Jaksa Agung California Rob Bonta menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mengincar platform lain setelah penyelesaian kasus Meta.
>>> Julian Alvarez Kembali Latihan Bersama Atletico Madrid Usai Sempat Absen
Pihak berwenang saat ini sedang menjalankan proses litigasi aktif terhadap TikTok serta menjalin komunikasi dengan Snap dan YouTube.
