Namun, keberadaan batuan yang kaya garnet menunjukkan Mars kemungkinan pernah mengalami proses metamorfisme yang cukup intens.
Artinya, kerak Mars mungkin mengalami tekanan dan pemanasan yang lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Meski demikian, para peneliti masih berhati-hati.
Mereka belum bisa memastikan apakah garnet tersebut benar-benar terbentuk di Mars atau berasal dari benda langit lain yang kemudian menghantam Mars dan menjadi bagian dari batuannya.
Untuk menjawab pertanyaan itu, tim akan menganalisis komposisi isotop garnet.
"Kami perlu mempelajari tanda isotop garnet untuk memastikan apakah mineral ini benar-benar terbentuk di Mars atau berasal dari benda langit lain," ujar Kizovski.
Jika terbukti berasal dari Mars, penemuan ini akan menjadi bukti pertama adanya batuan metamorf kaya garnet di Planet Merah.
Temuan tersebut dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana panas, tumbukan asteroid, dan aktivitas magma membentuk kerak Mars sejak miliaran tahun lalu.
>>> Tom Holland Cetak Sejarah Box Office Lewat Film Terbaru
Selain itu, batuan baru ini juga dapat menjadi acuan ketika misi-misi masa depan, seperti pengembalian sampel Mars ke Bumi, mulai membawa lebih banyak material dari permukaan Planet Merah untuk dipelajari secara langsung.
