Selain itu, Atari mengambil alih hak atas lima game Ubisoft, yaitu Cold Fear, I Am Alive, Child of Eden, Grow Home, dan Grow Up.
Koleksi tersebut membuka peluang untuk peluncuran ulang, remaster, maupun pengembangan lanjutan.
Strategi ini sejalan dengan tren industri game yang semakin sering menggali katalog lama.
Waralaba yang sudah mempunyai penggemar dinilai lebih mudah dipasarkan dibandingkan proyek baru berbiaya tinggi yang belum tentu berhasil.
Penyebutan Atari "pernah bangkrut" perlu disertai konteks.
Nama Atari telah beberapa kali berpindah tangan dan digunakan oleh sejumlah entitas sejak perusahaan aslinya didirikan Nolan Bushnell dan Ted Dabney pada 1972.
Pada Januari 2013, sejumlah anak usaha Atari di Amerika Serikat mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11.
Langkah tersebut ditujukan untuk memisahkan operasinya dari perusahaan induk Prancis yang ketika itu terlilit masalah finansial.
Entitas yang sekarang dikenal sebagai Atari SA berkantor pusat di Paris dan tercatat di Euronext Growth Paris.
>>> Jorge Martin Optimistis Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026
Jadi, kebangkitan terbaru ini merupakan cerita penerus korporasi pemegang merek Atari-bukan kembalinya perusahaan asli dalam bentuk yang persis sama.
