Kemajuan pesat China di bidang kecerdasan buatan (AI) telah membawa para pendiri DeepSeek, Z. ai, dan Moonshot AI ke panggung global.
Perusahaan mereka menantang Silicon Valley dengan model AI tangguh dan lebih terjangkau.
>>> Singapura Vs Indonesia: Garuda Oke di Laga Pamungkas Fase Grup
Industri AI China mendapat momentum beberapa bulan terakhir setelah Moonshot AI merilis Kimi K3, model AI open weight terbesar dunia.
Sementara itu, Z. ai memperkenalkan GLM-5.2, sistem open source terdepan lainnya.
Bersama DeepSeek, mereka memperkuat posisi China sebagai pesaing terbesar Amerika Serikat di ranah AI.
Liang Wenfeng: DeepSeek
Liang menjadi wajah ledakan AI China setelah model open source buatan DeepSeek menarik perhatian global.
Performa modelnya setara dengan sistem-sistem terdepan Barat dengan biaya pengembangan jauh lebih kecil.
Lahir di Zhanjiang, Liang mendirikan hedge fund High-Flyer bersama rekan kuliah sebelum memisahkan DeepSeek dari divisi AI perusahaan tersebut tahun 2023.
Keuntungan High-Flyer memungkinkan perusahaan mengumpulkan ribuan GPU canggih.
Hal ini memberi DeepSeek daya komputasi untuk mengembangkan model AI mutakhir tanpa bergantung pada modal ventura tradisional.
DeepSeek meledak di panggung global Januari 2025 dengan peluncuran model penalaran R1.
Model ini diklaim mampu menandingi ChatGPT milik OpenAI dalam beberapa benchmark, dengan biaya pelatihan jauh lebih rendah.
Pendekatan open source yang mereka gunakan menarik minat pengembang dan peneliti dari seluruh dunia.
Liang pun menjadi salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh di China.
Majalah Time memasukannya ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2025.
Mereka menyebut kemunculannya sebagai momen ketika dominasi teknologi AS mulai dipertanyakan.
Pria berusia 41 tahun ini jadi pendiri perusahaan AI terkaya.
Estimasi kekayaannya USD 36 miliar setelah penggalangan dana DeepSeek bulan Juni yang menaikkan valuasi perusahaan menjadi USD 50 miliar.

