Menurut Bloomberg, ia menduduki peringkat di atas Presiden OpenAI Greg Brockman dan salah satu pendiri Anthropic Dario Amodei.
Ia juga menjadi orang terkaya kedelapan China.
Meski DeepSeek terkenal, Liang tetap jarang tampil.
Dalam wawancara langka tahun 2024 dengan media China Anyong, Liang mengatakan China harus berevolusi dari sekadar pengadopsi teknologi luar negeri menjadi pencipta inovasi.
Tang Jie: Z.ai
Profesor Universitas Tsinghua, Tang Jie, menghabiskan hampir dua dekade membantu membentuk talenta AI China.
Ia juga mendirikan salah satu perusahaan AI terdepan negara tersebut.
Tang ikut mendirikan Zhipu AI, kini dikenal sebagai Z. ai, tahun 2019 bersama dosen dan alumni dari Universitas Tsinghua.
Perusahaan ini kini menjadi salah satu pengembang AI terdepan di China.
Model terbarunya, GLM-5, bersaing dengan Claude Opus milik Anthropic dalam benchmark pemrograman dan agen AI.
Investor semakin memandang Z. ai sebagai salah satu perusahaan AI teratas di China.
>>> Putri KW Ungkap Kunci Tumbangkan Wang Zhi Yi Jelang Kejuaraan Dunia 2026
Antusiasme investor mendorong kebangkitan pesat perusahaan.
Z.
ai baru-baru ini mengumumkan penjualan saham USD 4 miliar di Hong Kong dan berencana mencatatkan saham di Shanghai.
Lonjakan ini membawa Tang masuk jajaran miliarder, dengan Forbes memperkirakan kekayaannya USD 5 miliar.
Lahir 1977, Tang bergabung dengan Departemen Ilmu Komputer Universitas Tsinghua di 2006.
Ia menerbitkan lebih dari 100 makalah penelitian dan menciptakan AMiner, platform pencarian akademis yang memetakan hubungan antar peneliti, konferensi, dan publikasi ilmiah.
Tang juga memimpin pengembangan Wu Dao, model AI bahasa alami berskala super besar pertama di China yang diperkenalkan di 2021.
Di situs akademisnya, Tang menyatakan bahwa ia mendedikasikan seluruh upayanya untuk memajukan Kecerdasan Buatan Umum (AGI).
