Bagi para penggemar audio, seperti Wei Lun Ng, ponsel yang mendukung headphone berkabel menawarkan kepraktisan.
Koneksi suara cenderung lebih stabil, dan headphone berkabel lebih nyaman serta praktis saat baterai ponsel lemah. Selain itu, headphone kabel juga lebih murah dan tidak mudah hilang.
Keyboard fisik juga menarik bagi pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas.
Gadway menyebutkan bahwa orang dengan gangguan penglihatan atau masalah kontrol motorik merasa lebih mudah mengetik menggunakan tombol fisik.
Pengguna yang sering salah ketik juga menemukan keyboard fisik lebih berguna.
Persaingan di ceruk pasar ini semakin ramai dengan munculnya perusahaan lain seperti Zinwa Technologies dan iKKO yang juga merilis ponsel dengan keyboard buatan mereka sendiri, mengikuti jejak Clicks dan Unihertz.
>>> Platform Digital Global Didorong Berkontribusi Biayai Infrastruktur Digital RI
Meskipun minat terhadap ponsel ber-keyboard fisik tetap kuat, segmen ini menghadapi tantangan. Peningkatan permintaan infrastruktur AI membebani pasokan memori, yang berpotensi mendorong kenaikan harga komponen.
