Elon Musk, pendiri SpaceX, telah mengungkapkan rencana perusahaan untuk mendirikan pabrik satelit robotik di Bulan. Pengumuman ini disampaikan kepada para investor baru-baru ini.
Meskipun Musk dikenal dengan prediksi jadwal yang ambisius, ia menyatakan bahwa proyek pabrik di Bulan ini akan terwujud lebih cepat dari perkiraan.
>>> Schneider Electric Ungkap Risiko Arc Flash pada Data Center AI 800 VDC
Musk mengakui bahwa konsep pabrik yang sebagian besar dioperasikan oleh robot terdengar seperti fiksi ilmiah, namun ia meyakini hal tersebut akan menjadi kenyataan.
Fasilitas ini, yang didukung oleh produksi energi tenaga surya dan memanfaatkan radiasi di permukaan bulan, berpotensi meningkatkan skala ekonomi umat manusia secara signifikan.
Ia memprediksi peningkatan skala ekonomi hingga 1.000 kali lipat dari ekonomi Bumi dalam hal kecerdasan yang diluncurkan ke luar angkasa, bahkan mungkin hingga satu juta kali lipat.
Dukungan Ahli dan Kelayakan Ekonomi
Gagasan manufaktur di Bulan didukung oleh para ahli. Patrick Suermann, seorang profesor ilmu konstruksi di Texas A&M University, melihatnya sebagai langkah yang masuk akal.
Suermann merujuk pada target NASA untuk mendirikan pangkalan permanen di Bulan pada tahun 2032, yang juga akan dilengkapi reaktor tenaga nuklir.
Secara ekonomi, membangun pabrik satelit di Bulan dinilai masuk akal. Gravitasi bulan yang lebih rendah berarti lebih sedikit bahan bakar yang dibutuhkan untuk meluncurkan satelit dari sana.
Biaya bahan bakar merupakan komponen termahal dalam peluncuran.
>>> Rodri Pilih Barcelona, Real Madrid Gigit Jari
Dengan memangkas biaya peluncuran objek ke orbit cislunar, orbit rendah Bumi, atau bahkan Mars, ini menjadi faktor pendorong utama.
Jika tingkat produktivitas seperti di 'gigafactory' atau pabrik Starbase dapat dicapai di Bulan, ini akan sangat menguntungkan.
