⌂ Beranda News Gerhana Matahari Total Lewat, Indonesia Bisa Saksikan Hujan Meteor Perseid
News

Gerhana Matahari Total Lewat, Indonesia Bisa Saksikan Hujan Meteor Perseid

Gerhana Matahari Total Lewat, Indonesia Bisa Saksikan Hujan Meteor Perseid
Gerhana Matahari Total Lewat, Indonesia Bisa Saksikan Hujan Meteor Perseid
A A Ukuran Teks16px

Ketika Bumi melewati jalur debu yang ditinggalkan komet tersebut, partikel-partikel kecil memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan kemudian berpijar.

Nama Perseid berasal dari rasi bintang Perseus, yang menjadi titik seolah-olah tempat meteor-meteor tersebut berasal, yang disebut radiant.

Ini merupakan efek perspektif, di mana jalur partikel debu yang memasuki atmosfer tampak seolah-olah memancar dari satu titik di langit.

Oleh karena itu, pengamat tidak harus terus-menerus menatap tepat ke arah rasi Perseus, karena meteor dapat muncul di berbagai bagian langit.

>>> Laga Pramusim AC Milan vs MU: Momen Reuni Ruben Amorim

NASA menyebut Perseus mulai terbit di arah timur laut pada malam hari dan semakin tinggi menjelang dini hari.

Ketika rasi tersebut semakin tinggi, peluang melihat meteor juga meningkat.

Partikel dari Komet Swift-Tuttle dapat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 59 kilometer per detik.

Sebagian besar partikel berukuran kecil dan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan.

Waktu Terbaik Menyaksikan Hujan Meteor

Waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Perseid adalah setelah tengah malam hingga menjelang Matahari terbit pada 13 Agustus.

BRIN menyebut dini hari 13 Agustus sebagai waktu terbaik karena bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga langit lebih gelap dan meteor yang redup lebih mudah terlihat.

Perseid 2026 diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus.

Aktivitas meteor umumnya meningkat setelah tengah malam dan menjelang fajar.

Pengamatan hujan meteor Perseid tidak membutuhkan teleskop ataupun binokular.

BRIN menyarankan pengamatan menggunakan mata telanjang karena meteor dapat melintas di berbagai bagian langit, dan teleskop memiliki bidang pandang yang sempit.

Hal terpenting adalah mencari lokasi dengan polusi cahaya seminimal mungkin.

Semakin gelap langit, semakin banyak meteor redup yang dapat terlihat.

Lokasi gelap di luar kota dapat meningkatkan jumlah meteor yang terlihat beberapa kali lipat dibandingkan pengamatan dari kawasan perkotaan.

Pengamat disarankan memastikan pandangan ke arah timur laut tidak terhalang gedung atau pepohonan, karena rasi Perseus dapat menjadi acuan untuk menemukan radiant Perseid.

>>> GTR Ultra 2026: Pahami Race Pack dan Asuransi Sebelum Mendaftar

Setelah menemukan area langit yang cukup luas dan gelap, biarkan mata mengamati sebanyak mungkin bagian langit.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM