⌂ Beranda News Bakti Komdigi Jelaskan Alasan Hentikan Internet di Pelosok, Bukan Efisiensi
News

Bakti Komdigi Jelaskan Alasan Hentikan Internet di Pelosok, Bukan Efisiensi

Bakti Komdigi Jelaskan Alasan Hentikan Internet di Pelosok, Bukan Efisiensi
Bakti Komdigi Jelaskan Alasan Hentikan Internet di Pelosok, Bukan Efisiensi
A A Ukuran Teks16px

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah telah memutus akses internet di wilayah pelosok dengan alasan efisiensi anggaran.

Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, menyatakan bahwa penghentian layanan di beberapa wilayah memang terjadi, namun langkah tersebut diambil ketika operator seluler komersial telah hadir dan menyediakan layanan bagi masyarakat.

>>> Google Pixel 11 Pro dan Fold Meluncur, Tawarkan Layar 3.600 Nits dan Fitur HiLight

"Di Bakti, kami tidak pernah melakukan pemutusan (internet) karena efisiensi," ujar Fadhilah di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pernyataan ini disampaikan Fadhilah sebagai tanggapan atas anggapan bahwa layanan Bakti di daerah pelosok, termasuk di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihentikan sebagai bagian dari efisiensi pemerintah.

Fadhilah menjelaskan bahwa Bakti berperan sebagai perintis konektivitas di daerah yang sebelumnya belum memiliki layanan telekomunikasi.

Ketika operator seluler mulai masuk dan membangun layanan komersial, Bakti harus mengurangi perannya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi keluar atau 'exit strategy' yang dijalankan Bakti Komdigi sejak 2024.

Tujuannya agar pemerintah tidak terus-menerus mengelola infrastruktur telekomunikasi di suatu wilayah setelah ekosistem komersial terbentuk.

Wilayah dengan kriteria dan tingkat kematangan tertentu akan ditawarkan kepada operator seluler, vendor, tower provider, atau mitra lainnya untuk mengambil alih pengelolaan infrastruktur.

>>> Messi Comeback Usai Berduka, Inter Miami Kalah 2-3 dari Leon di Leagues Cup

Keberhasilan program Universal Service Obligation (USO) diukur dari seberapa cepat masyarakat dapat mandiri dan layanan dapat dilanjutkan oleh industri, bukan dari lamanya Bakti bertahan di suatu wilayah.

Keputusan untuk melakukan 'exit' tidak dilakukan sembarangan, salah satunya dengan mempertimbangkan tingkat cakupan jaringan operator di wilayah tersebut.

Bakti Komdigi telah membangun berbagai infrastruktur untuk menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Melalui program Bakti Sinyal, pembangunan BTS 4G dan BTS USO telah mencapai 6.747 titik.

Selain itu, melalui Bakti Aksi, akses internet gratis telah direalisasikan di lebih dari 31.864 titik layanan publik.

Bakti juga mengelola infrastruktur strategis seperti Palapa Ring sepanjang 12.148 kilometer.

>>> Unai Emery Kembali Gagal Juarai Piala Super Eropa Bersama Aston Villa

Konektivitas di wilayah sulit dijangkau juga diperkuat oleh Satelit Republik Indonesia (Satria-1) berkapasitas 150 Gbps untuk mendukung fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM