Kepemilikan spektrum XLSmart kini mencapai 217 MHz, empat kali lipat dari total sebelum merger.
Trafik data XLSmart pada semester I 2026 mencapai 7.934 petabytes, tumbuh 19% YoY.
Blended Average Revenue Per User (ARPU) meningkat menjadi Rp47,1 ribu dari Rp38,2 ribu, menunjukkan upaya peningkatan kualitas monetisasi pelanggan.
Tiga platform digital utama perusahaan, yaitu myXL, AXISNet, dan mySF, memiliki total 36 juta pengguna aktif bulanan, dengan lebih dari 60% pendapatan mobile berasal dari kanal digital.
Kolaborasi dengan Google menghadirkan Gemini AI Plus dan Cloud Storage untuk pelanggan.
Perbaikan operasional tercermin pada struktur keuangan, dengan total utang bruto turun menjadi Rp20,87 triliun per akhir Juni 2026.
Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi dolar AS.
Belanja modal (Capitalized Capex) mencapai Rp10,27 triliun, difokuskan untuk integrasi jaringan dan ekspansi 5G.
>>> Bos Aplikasi 3D Indonesia Optimistis Hadapi AI dengan Agen Pintar
XLSmart berkomitmen menerjemahkan kekuatan merger menjadi kualitas jaringan yang lebih baik dan pengalaman digital yang relevan bagi pelanggan.
