Phoebe Gates, putri dari pendiri Microsoft Bill Gates, dikabarkan menghadapi ancaman hukum berat.
Ia bersama rekannya di startup Phia dituduh terlibat dalam praktik manipulasi digital yang disebut cookie stuffing.
>>> Nilai Jual Empat Pemain Chelsea Tembus Angka 310 Juta Pounds
Praktik ilegal ini dinilai berpotensi mendatangkan hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara federal.
Dugaan Manipulasi Komisi Penjualan di Startup Phia
Phia merupakan asisten belanja digital yang didirikan Phoebe bersama sesama alumni Stanford, Sophia Kianni.
Perusahaan rintisan ini dituduh membenamkan cookie web secara sepihak untuk mengambil keuntungan dari penjualan mitra ritel.
>>> Galatasaray Minati Gabriel Martinelli Senilai Rp 927 Miliar dari Arsenal
Berdasarkan laporan, para pendiri startup tersebut diduga sudah mengetahui manipulasi perhitungan komisi ini.
Pengacara utama Givner Law, Ariel Givner, memperingatkan bahwa tindakan tersebut bisa dikategorikan sebagai penipuan elektronik.
Kasus ini membawa ancaman hukuman penjara federal hingga 20 tahun beserta denda atau restitusi.
>>> Srikandi Merdeka Cup 2026: Dua Timnas U-16 Indonesia Siap Tempur di Kudus
Pihak Phia menyatakan telah menyadari masalah teknis tersebut dan berjanji melakukan perbaikan serta pengembalian dana.
