⌂ Beranda › News › Makam 7.000 Tahun Ditemukan Saat Proyek Sekolah Leipzig
News

Makam 7.000 Tahun Ditemukan Saat Proyek Sekolah Leipzig

Ilustrasi penggalian arkeologi lokasi penemuan makam kuno
Makam 7.000 Tahun Ditemukan Saat Proyek Sekolah Leipzig Pexels
A A Ukuran Teks16px

Proyek pembangunan sebuah sekolah dasar di wilayah Leipzig, Jerman, mendadak menjadi sorotan arkeolog.

Sebelum fondasi bangunan didirikan, area proyek tersebut justru menyimpan temuan makam berusia sekitar 7.000 tahun.

Temuan ini tercatat sebagai makam tertua yang pernah teridentifikasi di kawasan Kota Leipzig.

Proses penggalian di kawasan Leipzig-Möckern juga mendapati jejak permukiman prasejarah berupa rumah kayu dari periode Neolitikum.

Kerangka manusia di dalam makam tersebut ditemukan dalam posisi meringkuk dan berbaring miring ke kiri.

Hingga kini, para peneliti belum dapat memastikan jenis kelamin maupun usia individu dari kerangka tersebut.

Kendati demikian, kondisi tulang manusia purba itu masih terawetkan dengan sangat baik.

Kantor Negara Bagian Saxony untuk bidang Arkeologi menyebut pelestarian semacam ini sebagai keberuntungan langka.

Kondisi tanah di wilayah Saxony umumnya membuat tulang manusia purba sulit bertahan hingga ribuan tahun.

Makam kuno tersebut dilaporkan tidak memiliki bekal kubur seperti tembikar atau barang berharga lainnya.

Posisi kerangka dan kaitannya dengan sisa permukiman membantu peneliti mengidentifikasi periode kebudayaannya.

Kerangka ini dikaitkan dengan Linear Pottery Culture atau budaya tembikar berpita.

Komunitas pertanian awal di Eropa tersebut berkembang sekitar 5.500 hingga 4.500 SM.

Nama kebudayaan itu diambil dari pola dekorasi garis bergelombang pada wadah keramik buatan mereka.

Masyarakat pada masa itu hidup dalam era peralihan besar dari berburu menuju bercocok tanam.

Mereka mulai mengembangkan pertanian, beternak, dan mendirikan permukiman permanen.

Ciri khas kehidupan mereka tampak dari rumah-rumah kayu berukuran panjang.

Arkeolog mendeteksi bangunan tersebut melalui lubang-lubang tiang yang tertinggal di lapisan tanah.

Salah satu bangunan rumah kayu yang teridentifikasi memiliki panjang mencapai sekitar 30 meter.

Keberadaan makam di tengah permukiman menunjukkan lokasi itu sebagai tempat tinggal sekaligus aktivitas.

Penggalian di lokasi tersebut telah berlangsung sejak bulan Juli hingga pertengahan Oktober.

Area yang selesai diteliti kini diserahkan secara bertahap untuk kelanjutan pembangunan sekolah.

Seluruh temuan kerangka dan sisa permukiman akan menjalani analisis ilmiah lanjutan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru