Warisan seni manusia purba berusia puluhan ribu tahun di Sulawesi kini menghadapi ancaman kerusakan yang cukup serius.
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut berisiko merusak karya seni cadas tertua di dunia.
Ancaman ini tidak hanya datang dari jilatan api langsung yang mendekati kawasan situs purbakala.
Paparan suhu panas yang tinggi serta kepulan asap juga dapat merusak kondisi fisik dinding gua.
Dampak Panas dan Jelaga pada Situs Prasejarah
Arkeolog Griffith University, Basran Burhan, menjelaskan bahwa panas ekstrem dapat memicu proses korosi.
Perubahan suhu di sekitar permukaan batu berpotensi mempercepat pelapukan material tempat lukisan berada.
Selain itu, partikel jelaga dari asap kebakaran dapat menempel dan menutupi gambar prasejarah tersebut.
Lapisan jelaga membuat detail gambar menjadi buram sehingga menyulitkan proses dokumentasi serta penelitian.
Kawasan Maros-Pangkep dan Pulau Muna menyimpan karya seni visual prasejarah yang bernilai tinggi bagi ilmu pengetahuan.
