⌂ Beranda › News › Gugatan 29 Negara Bagian Seret Nama Petinggi Tertinggi Meta
News

Gugatan 29 Negara Bagian Seret Nama Petinggi Tertinggi Meta

Mark Zuckerberg dan Meta menghadapi persidangan terkait keselamatan anak
Tolak Rem AI Bersama, Meta Pilih Pengamanan Secara Mandiri
A A Ukuran Teks16px

Mantan petinggi Meta Arturo Bejar melontarkan kritik keras terhadap Mark Zuckerberg di pengadilan.

Ia menuding CEO Meta tersebut membangun budaya perusahaan yang lebih mengutamakan pertumbuhan ketimbang keselamatan anak di Facebook dan Instagram.

Bejar menyampaikan tudingan itu dalam kesaksiannya pada persidangan yang melibatkan Meta dan 29 negara bagian Amerika Serikat.

Pernyataan Bejar merupakan kesaksian yang masih diuji di pengadilan, sementara pihak Meta dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut.

Bejar sendiri merupakan mantan Director of Engineering Facebook yang bekerja di perusahaan itu pada tahun 2009 hingga 2015.

Ia kemudian kembali bergabung sebagai konsultan Instagram pada rentang waktu 2019 hingga 2021.

Dalam kesaksiannya, Bejar menggambarkan Zuckerberg sebagai sosok yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap keputusan desain dan produk.

Menurutnya, masalah keselamatan pengguna muda sebenarnya bisa ditangani jauh lebih cepat apabila Zuckerberg menjadikannya prioritas utama.

Salah satu poin penting dalam kesaksian Bejar menyangkut anak-anak yang menggunakan layanan Meta meski belum memenuhi batas usia.

Ia menuding Meta sebenarnya memiliki teknologi yang dapat mengidentifikasi jutaan pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Namun, ia menilai perusahaan tidak bertindak cukup agresif untuk menangani akun-akun yang tidak memenuhi batas usia minimum tersebut.

Persidangan ini diperkirakan akan berlangsung sekitar enam minggu untuk menguji dampak desain media sosial terhadap anak.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru