Infrastruktur kecerdasan artifisial di luar angkasa semakin berkembang pesat setelah startup Starcloud memperoleh pendanaan sebesar USD 250 juta atau setara Rp 4,43 triliun.
Nvidia tercatat menjadi salah satu investor baru yang ikut mendukung pengembangan jaringan pusat data orbital tersebut.
>>> Analisis Jamie Carragher Sebut Florian Wirtz Tidak Cocok di Liverpool
Putaran pendanaan terbaru ini merupakan kelanjutan dari Seri A Starcloud yang sebelumnya mengumpulkan USD 170 juta atau Rp 3,01 triliun pada Maret 2026.
Suntikan modal tersebut mendongkrak valuasi Starcloud hingga mencapai USD 2,3 miliar atau sekitar Rp 40,77 triliun.
Putaran investasi tersebut dipimpin oleh Manhattan West dengan melibatkan sejumlah investor lama seperti Benchmark, EQT, Soma, NFX, dan 776.
Selain Nvidia, investor baru yang turut bergabung meliputi Cisco Investments, Cedar Capital, Goanna Capital, serta Standard Capital.
Kehadiran Nvidia memperkuat ambisi Starcloud dalam membangun fasilitas komputasi yang dirancang khusus untuk menjalankan pemrosesan AI di orbit.
Sebelumnya, Starcloud telah menerbangkan GPU Nvidia H100 ke orbit pada November 2025 untuk melatih model kecerdasan artifisial di luar angkasa.
Kolaborasi kedua perusahaan kini berlanjut ke generasi berikutnya dengan rencana penggunaan chip Nvidia Space-1 Vera Rubin Module.
Chip tersebut dirancang tahan terhadap kondisi ekstrem serta radiasi tinggi di lingkungan luar angkasa.
>>> BATIC 2026 Cetak Rekor Peserta, Telkom Group Dorong Kolaborasi Global
Dana segar senilai USD 250 juta itu akan dialokasikan untuk memperluas kapasitas manufaktur dan mendukung pengembangan teknologi bersama Nvidia.
Starcloud juga berencana membangun konstelasi yang mencakup hingga 88.000 satelit dengan kapasitas komputasi orbital mencapai 20 gigawatt.
Perusahaan saat ini sedang membangun fasilitas manufaktur seluas 100.000 kaki persegi di Woodinville, Washington.
Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung pengembangan wahana antariksa generasi berikutnya bernama Starcloud-3.
Starcloud-3 direncanakan meluncur ke orbit menggunakan roket Starship buatan SpaceX.
Tantangan besar yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengamankan slot peluncuran dalam jumlah besar untuk mewujudkan konstelasi satelit tersebut.
Starcloud telah mengajukan permohonan resmi kepada Federal Communications Commission agar diizinkan mengoperasikan puluhan ribu satelit.
>>> Turnamen FIP Silver & FIP Promises Bali Dorong Kemajuan Padel Indonesia
Total modal yang berhasil dihimpun Starcloud sejak didirikan pada 2024 kini telah mencapai USD 450 juta atau setara Rp 7,98 triliun.
