⌂ Beranda News Madison Huang, Profil Putri CEO Nvidia yang Pegang Peran Kunci AI
News

Madison Huang, Profil Putri CEO Nvidia yang Pegang Peran Kunci AI

Madison Huang, Profil Putri CEO Nvidia yang Pegang Peran Kunci AI
Madison Huang, Profil Putri CEO Nvidia yang Pegang Peran Kunci AI
A A Ukuran Teks16px

Madison Huang kini menjadi pusat perhatian publik sebagai putri tertua dari CEO Nvidia, Jensen Huang.

Sang ayah dikenal sebagai salah satu manusia terkaya di dunia dengan taksiran harta mencapai Rp 3.277 triliun.

>>> Aragon Sulit, Mampukah Marco Bezzecchi Ulangi Podium Silverstone?

Saat ini, Madison Huang memegang posisi sebagai Direktur Senior di perusahaan teknologi raksasa Nvidia.

Ia baru saja mendatangi Konferensi Robot Sedunia 2026 di Beijing dan menyambangi fasilitas LG Electronics di Seoul.

Dalam kunjungan tersebut, ia membahas potensi kerja sama mendalam di bidang kecerdasan buatan fisik serta robotika.

Kehadirannya yang sering mendampingi sang ayah memicu spekulasi bahwa ia dipersiapkan sebagai calon penerus perusahaan.

Latar Belakang Kuliner dan Karier Bisnis

Sebelum berkarier di ranah teknologi, Madison menempuh pendidikan seni kuliner di Amerika Serikat.

Ia melanjutkan studi tata boga di Le Cordon Bleu Paris dan meraih lisensi resmi pada tahun 2013.

Madison kemudian mendalami manajemen perhotelan dan anggur di cabang London lembaga pendidikan tersebut.

>>> Klasemen Liga Inggris Terbaru: Chelsea Tutup Pekan I Usai Bekuk Fulham 3-2

Ia sempat bekerja selama empat tahun sebagai manajer pemasaran dan pengembangan di merek mewah LVMH di Paris.

Pada 2019, ia mengambil kursus singkat terkait kecerdasan buatan di MIT Sloan School of Business.

Ia akhirnya bergabung dengan Nvidia sebagai pemagang pemasaran pada 2020 sebelum menempati posisi direktur senior.

Saudara laki-lakinya, Spencer Huang, juga bekerja di Nvidia setelah sempat mengelola bar koktail di Taiwan.

Pandangan Terkait Perkembangan Teknologi AI

Madison menilai kecerdasan buatan sebagai pengubah permainan penting di era modern saat ini.

Ia secara aktif mendorong para pekerja dan mahasiswa agar tidak takut memanfaatkan teknologi tersebut.

>>> Gugatan Hukum Meta: Eks Bos Bongkar Prioritas Mark Zuckerberg

Menurutnya, sistem cerdas hanya akan menggantikan tugas berulang, bukan menghilangkan profesi secara keseluruhan.

📰 Update Terbaru