Gurun Mesir yang kini tampak tandus menyimpan jejak kehidupan laut dari masa lampau.
Para paleontolog menemukan kuburan hiu purba di Dataran Tinggi Abu-Tartur.
>>> Sukses Besar, Payakumbuh Jadi Saksi Riuhnya IHR Merdeka Cup 2026
Jejak Ekosistem Laut Purba di Afrika Utara
Temuan tersebut berasal dari lapisan batuan fosfat Formasi Duwi.
Peneliti menemukan sejumlah gigi hiu tambahan yang mewakili lima spesies hiu purba.
Penelitian ini dipimpin oleh paleontolog Tarek Yassin dari Cairo University.
Hasil riset tersebut diterbitkan dalam jurnal Cretaceous Research.
Sekitar 145-66 juta tahun lalu, wilayah Afrika Utara tertutup oleh air laut.
Kawasan Abu-Tartur pada masa itu merupakan lingkungan laut yang kaya nutrisi.
Gigi hiu menjadi kunci penting karena kerangka hewan ini tersusun dari tulang rawan.
>>> Legenda Arsenal Ian Wright Soroti Keputusan Mikel Arteta Buang Martinelli
Tulang rawan tersebut jauh lebih mudah hancur dibandingkan tulang biasa.
Peneliti mengidentifikasi spesies seperti Cretalamna cf. maroccana dan Scapanorhynchus cf.
raphiodon.
Beberapa spesies bahkan menjadi catatan baru yang pertama kali ditemukan di Mesir.
Akumulasi fosil gigi ini terbentuk dari proses sedimentasi dalam periode waktu yang panjang.
Fenomena upwelling diduga membawa nutrisi dari lapisan air laut yang lebih dalam ke permukaan.
>>> Four Masters 2026 Jadi Ajang Uji Kekuatan Klub Jelang Liga Futsal
Perubahan geologi kemudian membuat Laut Tethys menghilang dan berubah menjadi daratan gurun.
