⌂ Beranda News Badai Geomagnetik Mengintai Saat Gerhana Bulan, Aurora Siap Hiasi Langit
News

Badai Geomagnetik Mengintai Saat Gerhana Bulan, Aurora Siap Hiasi Langit

Badai Geomagnetik Mengintai Saat Gerhana Bulan, Aurora Siap Hiasi Langit
Badai Geomagnetik Mengintai Saat Gerhana Bulan, Aurora Siap Hiasi Langit
A A Ukuran Teks16px

Pengamat langit di wilayah Amerika Utara berpeluang menyaksikan pemandangan langka pada malam 27 hingga 28 Agustus 2026.

Gerhana Bulan sebagian berlangsung ketika aktivitas Matahari memicu badai geomagnetik yang dapat menghadirkan aurora.

>>> Xiaomi Pasang Baterai Tahan 3 Hari pada Duo Redmi Note 17 Pro Global

Fenomena ini terjadi karena dua peristiwa berbeda berlangsung hampir bersamaan.

Bulan masuk ke bayangan Bumi sementara partikel bermuatan dari Matahari meningkatkan aktivitas magnetosfer.

Peluang aurora berkaitan dengan aktivitas Matahari akibat lubang korona yang menghadap Bumi.

Angin Matahari berkecepatan tinggi mengalir menuju planet kita bersamaan dengan semburan dari bintik Matahari.

NOAA mengeluarkan peringatan geomagnetic storm watch G1 pada 27 Agustus serta G2 pada 28-29 Agustus 2026.

Aurora muncul saat partikel bermuatan dari Matahari berinteraksi dengan magnetosfer Bumi.

Sebagian partikel tersebut diarahkan menuju wilayah kutub oleh medan magnet Bumi.

Tabrakan dengan molekul di atmosfer melepaskan energi dalam bentuk cahaya berwarna.

Oksigen menghasilkan warna hijau atau merah, sedangkan nitrogen menghasilkan warna kebiruan dan keunguan.

Pada saat yang hampir bersamaan, piringan Bulan akan mengalami gerhana Bulan sebagian yang sangat dalam.

>>> Hasil leg kedua pastikan Ajax melaju ke UEFA Conference League

NASA mencatat sekitar 96,3% piringan Bulan berada di dalam umbra, yaitu bagian paling gelap dari bayangan Bumi.

Gerhana sebagian dimulai pada 28 Agustus sekitar 02.34 UTC.

Puncaknya terjadi sekitar 04.13 UTC.

Dalam waktu Amerika Utara, puncaknya berlangsung pada malam 27 hingga dini hari 28 Agustus.

Bagian Bulan yang masuk ke umbra tampak berwarna kemerahan atau tembaga.

Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi masih dapat mencapai permukaan Bulan.

Potensi aurora tidak selalu terlihat dari semua wilayah Amerika Serikat bagian utara dan Kanada.

Faktor awan, polusi cahaya, dan kondisi atmosfer menentukan apakah aurora benar-benar terlihat.

Gerhana Bulan sebagian pada 27-28 Agustus 2026 tidak dapat disaksikan di Indonesia.

>>> Manchester United Kembali ke Liga Champions 2026/2027 dan Daftar Lawannya

Wilayah Indonesia sedang berada pada siang hari dan posisi Bulan berada di bawah ufuk.

📰 Update Terbaru